Naposo Nauli Bulung (NNB) disebut pagar dan bunga desa dari kelurahannya, artinya mereka adalah ganda terdepan di depan kekuatan dan keindahan suatu desa. Eksistensi tersebut telah berjalan sejak lama di bumi Tapanuli Bagian Selatan terkhusus Kota Padangsidimpuan secara turun-temurun dari generasi ke generasi berikutnya. Hampir tidak ada perbedaan yang mencolok di pusat kota dengan 4 (empat) kecamatan lainnya meskipun wilayah tutorialnya ditingkat pedesaan. Artinya Naposo Nauli Bulung dapat di langsungkan sebagai patner tokoh tidak ada pemuda masyarakat. Mereka aktif pada kegiatan sosial keagamaan baik yang berbentuk Siririon (pestaria) dan bentuk Siluluton (kemusibahan) seperti membantu Suhut Bolon (pemilik pesta) dalam berbagai iven seperti mencari daun pisang, membuka nangka, papaya, mendirikan taratak sampai mengangkat barang-barang saudaranya yang sedang dirayakan pesta perkawinannya.Tujuan penitian ini Menyadarkan warga desa, kelurahan, kota naposo nauili bulung (pemuda/pumudi) masyarakat dan Pemerintah bahwa potensi kearifan lokal perlu digali, dikembangkan dan dibukukan sebagai dublikat Tumbaga hoding yang selalu di sebut sebut dalam konsep tradisi adat Dalihan Natolu yang menjadi rujukan teoritis Jenis penelitiannya kualitatif dengan pendekatan deskriptif dengan tujuan mengetahui sumber-sumber yang membutuhkan semangat, keamanan dan ketidak aktifan mereka lagi dengan demikian akan dapat ditentukan sebagai hasil penelitian untuk kembali reorientasi dan mencari strategi untuk pengkatan kegiatan sosial keagamaan sebagaimana yang pernah ada.
Copyrights © 2023