Seorang muallaf tentu pengetahuannya masih terbatas terhadap ajaran-ajaran Islam. Hal ini terkadang menimbulkan konflik batin dalam diri mereka, adaptasi diri seorang muallaf tidaklah mampu tanpa adanya dorongan dari luar dirinya sebagai makhluk sosial. Oleh karena itu bimbingan dan pelajaran tentang keIslaman guna mempertebal keimanan mereka sangat diperlukan. Para muallaf harus ditopang serta diajarkan dengan menghadirkan agama Islam lewat penguatan literasi beragama. Muallaf yang ada di kecamatan mentewe kabupaten tanah bumbu merupakan salah satu lokasi yang berpenduduk para muallaf terbanyak, dari waktu ke waktu jumlah muallaf yang terus bertambah perlahan mengeser keberagamaan masyarakat setempat yang berdampak dalam setiap lini kehidupan. Hal ini merupakan situasi yang sangat riskan dimana jika tidak adanya proses pembinaan dikhawatirkan akan kembali kepada agama sebelumnya. Islam adalah agama yang kompleks, bahkan didalam satu agama ini saja terdapat banyak perbedaan. Begitu juga para muallaf yang ada di Mentewe, ekspresi keberagamaan para muallaf ini menjadikan Islam unik dengan cirinya yang selalu berbaur dengan kebudayaan setempat. Adapun tujuan riset ini adalah untuk memaparkan keadaan muallaf, memaparkan bentuk ekspresi keberagamaan muallaf, memaparkan bentuk penguatan literasi beragama muallaf dan mengetahui hambatan yang dialami muallaf di Kecamatan Mentewe Kabupaten Tanah Bumbu berkaitan dengan ekspresi keberagamaan dan literasi beragama. Tipe riset ini memakai kualitatif lapangan (field qualitatif research) dengan latar alamiah (natural setting). Riset ini menggunakan tiga prosedur penghimpunan informasi, meliputi dokumentasi, Wawancara (indepth interview) dan observasi partisipan. Adapun tahapan dalam menganalisis data adalah reduksi data, penyajian data, verifikasi/menarik kesimpulan dan pengecekan keabsahan data. Muallaf di Kecamatan Mantewe beribadah dengan seadanya sesuai pengetahuan minim yang didapat, ibadah sunah dijalankan dengan seadanya karena tidak ada pengetahuan, untuk memenuhi pengetahuan tentang Islam masyarakat berusaha untuk belajar ke ibukota namun masyarakat tidak mampun rutin belajar karena terhabat jarak tempuh yang jauh dan jalan rusak. Terlebih dua desa yaitu desa Gunung Raya dan desa Emil Baru, sedangkan jumlah penyuluh agama yang sedikit belum mampu memfasilitasi keperluan para muallaf di sana.
Copyrights © 2023