Jurnal Fatwa Hukum
Vol 6, No 4 (2023): E-Jurnal Fatwa Hukum

IMPLEMENTASI PASAL 33 AYAT (1) PERATURAN DAERAH KOTA PONTIANAK NOMOR 12 TAHUN 2013 TENTANG PENYELENGGARAAN KETENAGAKERJAAN DI KOTA PONTIANAK DALAM KAITANNYA PADA ANAK YANG BERJUALAN DI KOTA PONTIANAK

ANISA KRISHANDINI NIM. A1011191135 (Faculty of Law Tanjungpura University)



Article Info

Publish Date
04 Oct 2023

Abstract

Abstract Children are a gift and trust from the Almighty God, in whom their honor and dignity as full-fledged human beings reside. The increasing economic and educational issues in society have led children to work to support themselves and augment their family's income. So, children choose to sell their merchandise, it giving rise a chance to entrepreneurs who make cakes and subsequently employ children without regard to the conditions under which children are allowed to work. This problem has been identified in the city of Pontianak. Employing underage children is one form of legal violation. This research employs empirical research methods, which is a type of legal research used to find legal solutions to various real legal issues that arise in society. The data sources used are primary and secondary data from field research in the city of Pontianak and literature research in accordance with Regional Regulation Number 12 of 2013 of Pontianak City regarding Labor Organization in Pontianak City. This research indicates that the lack of legal knowledge among entrepreneurs, the conditions influencing children to work based on social and economic factors they are experiencing, and the lack of government efforts are due to the fact that in the informal sector, labor inspectors rarely visit small entrepreneurs compared to the formal sector, which is already organized. Therefore, the implementation of this regional regulation has not yet been realized. Keywords: child labor; children selling pastries; employed children; labo management  Abstrak Anak merupakan anugerah dan amanah dari Tuhan Yang Maha Esa, yang  di dalamnya terletak kehormatan dan harkat dan martabat sebagai manusia seutuhnya. Meningkatnya permasalahan ekonomi dan pendidikan di masyarakat menyebabkan anak-anak harus  bekerja untuk menghidupi dirinya sendiri dan meningkatkan pendapatan keluarga. Oleh karena itu, anak-anak memilih untuk menjual barang dagangannya. Hal ini menyebabkan munculnya pengusaha-pengusaha yang membuat kue dan kemudian mempekerjakan anak-anak tanpa memperhatikan syarat-syarat diperbolehkannya anak-anak untuk bekerja. Masalah ini telah ditemukan di kota Pontianak. Mempekerjakan anak di bawah umur merupakan salah satu bentuk pelanggaran hukum. Penelitian ini menggunakan metode penelitian empiris, yaitu jenis penelitian hukum yang dapat digunakan untuk mencari solusi hukum terhadap berbagai permasalahan hukum yang sebenarnya timbul di  masyarakat. Sumber data yang digunakan adalah data primer dan sekunder  dari penelitian lapangan di kota Pontianak dan penelitian kepustakaan sesuai dengan Peraturan Daerah  Nomor 12 Tahun 2013 Kota Pontianak tentang Penyelenggaraan Ketenagakerjaan di Kota Pontianak. Penelitian ini menunjukkan bahwa kurangnya pengetahuan hukum para pengusaha, kondisi yang mempengaruhi anak untuk untuk bekerja berdasarkan faktor sosial serta ekonomi yang sedang dialami dan kurangnya upaya dari pemerintah yang disebabkan bahwa di sektor informal, pengawas ketenagakerjaan jarang mengunjungi pengusaha kecil dibandingkan dengan sektor formal yang sudah teroganisir. Oleh karena itu, penerapan peraturan daerah ini masih belum terlaksana. Kata Kunci: pekerja anak; anak yang berjualan kue; anak yang dipekerjakan; ketenagakerjaan

Copyrights © 2023






Journal Info

Abbrev

jfh

Publisher

Subject

Law, Crime, Criminology & Criminal Justice

Description

Jurnal Mahasiswa Program Studi Ilmu Hukum Universitas Tanjungpura (Bagian Hukum Keperdataan, Bagian Hukum Pidana, Bagian Hukum Tata Negara, Bagian Hukum Ekonomi, dan Bagian Hukum ...