Abstract The research aims to determine the role of the victim as a perpetrator of sexual violence in the Higher Education environment, especially in Pontianak City. As well as knowing the anticipation to prevent acts of sexual violence in the academic environment. This study uses the Victimology approach with the specification Routine Activity Theory which is used by the author to reveal the role of the victim in the occurrence of acts of sexual violence. In addition, the authors use empirical research by conducting research directly in the field using questionnaires, interviews, observations, and documentation at Tanjungpura University, Pontianak. Based on the results of research using the Routine Activity Theory, there are 3 main elements that a person can become a victim of, namely because there are motivated actors, the right target, and a lack of security. The 3 (three) elements described in this theory each contribute to the author to conduct research based on these points. Thus, after the authors conducted research, it was found that 15 (fifteen) respondents were victims of sexual violence, referring to victims who were dominated by female gender qualifications even though the appearance they wore was closed and polite. Keywords: Victimology, Sexual Violence, University. Abstrak Penelitian bertujuan untuk mengetahui peranan korban sebagai pembentuk kejahatan oleh pelaku kekerasan seksual di lingkungan Perguruan Tinggi, khususnya di Kota Pontianak. Serta dapat mengetahui antisipasi untuk mencegah terjadinya tindak kekerasan seksual dilingkungan akademik. Penelitian ini menggunakan pendekatan ilmu Viktimologi dengan spesifikasi Routine Activity Theory yang digunakan penulis untuk mengungkapkan peranan korban akan terjadinya Tindakan kekerasan seksual. Selain itu, penulis menggunakan jenis penelitian empiris dengan melakukan penelitian secara langsung di lapangan dengan menggunakan metode penyebaran kuisioner, wawancara, observasi, maupun dokumentasi di lingkungan Universitas Tanjungpura Pontianak. hasil penelitian dengan menggunakan Routine Activity Theory, terdapat 3 unsur utama seseorang dapat menjadi korban, yakni karena adanya pelaku yang termotivasi, target yang tepat, dan kurangnya pengamanan. 3 (tiga) unsur yang dipaparkan dalam teori ini masing-masing memberikan sumbangsih penulis untuk melakukan penelitian berdasarkan poin-poin tersebut. Sehingga, setelah penulis melakukan penelitian dengan didapatkan 15 (lima belas) responden sebagai korban kekerasan seksual, merujuk pada korban yang didominasi oleh kualifikasi gender perempuan meskipun tampilan yang dikenakannya tertutup dan sopan. Kata Kunci : Viktimologi, Kekerasan Seksual, Perguruan Tinggi.
Copyrights © 2023