Abstract Online Slot Gambling has recently become something that is very liked by the community, including by students in Pontianak City. These students do not realize that when they play online slot gambling, they make themselves victims. This study aims to find out why students in Pontianak City play online slot gambling so that they make themselves victims in this game. In addition, this study was also conducted to find out whether the students were aware that they were victims. This study uses the theory of self-victimizing by Stephen Schaffer as an analysis knife. According to this theory, a person becomes a victim because of his own actions. This research is an empirical legal research conducted with an approach to collecting field facts and analyzed with legal theory (victimology). The primary data of this study was taken through interviews with students in Pontianak City who played online slot gambling. This research is expected to contribute to legal science and become a novelty in the scope of victimology. The results showed that students in Pontianak City who played online slot gambling were not aware that they were victims. They know this gambling from the environment of friends and promotions from online slot gambling sites. Students also continue to play online slot gambling because they only need relatively small capital, tempted by winning, have become prestige and even addiction. From the conclusions obtained, it is clear that students in Pontianak City who play online slot gambling are victims. Keywords: victimology; Online Slot Gambling; Student; Victim Abstrak Judi Slot Online belakangan ini menjadi sesuatu yang sangat disenangi oleh masyarakat tidak terkecuali oleh para mahasiswa di Kota Pontianak. Para mahasiswa ini tidak menyadari bahwa ketika mereka bermain judi slot online, mereka menjadikan dirinya korban. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengapa mahasiswa di Kota Pontianak bermain judi slot online sehingga menjadikan dirinya korban dalam permainan ini. Selain itu, penelitian ini juga dilakukan untuk mengetahui apakah para mahasiswa tersebut sadar apabila dirinya merupakan korban. Penelitian ini menggunakan teori self victimizing oleh Stephen Schaffer sebagai pisau analisa. Menurut teori tersebut seseorang menjadi korban karena perbuatannya sendiri. Adapun penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris yang dilakukan dengan pendekatan mengumpulkan fakta-fakta lapangan serta dianalisis dengan teori hukum (viktimologi). Data primer penelitian ini diambil melalui wawancara kepada Mahasiswa di Kota Pontianak yang bermain judi slot online. Penelitian ini diharapkan membawa sumbangsih kepada ilmu hukum serta menjadi pembaruan (novelty) dalam lingkup viktimologi. Hasil penelitian menunjukan bahwa para mahasiswa di Kota Pontianak yang bermain judi slot online tidak sadar bahwa mereka merupakan korban. Mereka mengenal judi ini dari lingkungan pertemanan dan promosi dari situs-situs judi slot online. Mahasiswa juga terus bermain judi slot online karena hanya membutuhkan modal yang relatif kecil, tergiur kemenangan, sudah menjadi gengsi bahkan kecanduan. Dari kesimpulan yang didapatkan, jelas bahwa para Mahasiswa di Kota Pontianak yang bermain judi slot online merupakan korban. Kata Kunci: Viktimologi; Judi Slot Online; Mahasiswa; Korban
Copyrights © 2023