Abstrac The political party is one of the important pillars of a democratic order. The political party is the only organization that is eligible to participate in elections, then to deliver the public aspirations as well as occupy the position of the people's representative. Despite that fact, this is often not followed by carrying out party functions as regulated in the Political Party Law. This event happens in Sanggau Regency. Therefore, the author wants to explore do the Political Parties in Sanggau Regency have carried out the functions of political parties based on the Law on Political Parties? And what are the obstacle factors of the political parties in carrying out their function?This study uses the political parties function theory in the constitutional law context. As the function of political parties as agents of political socialization, political recruitment, conflict manager, political communication, and political participation. This research method uses empirical methods. Data were collected by means of library studies and field studies.The case study in Sanggau Regency shows that political parties are able to carry out their party functions well. This can be seen from the various programs on citizens, cadre, and government policies. One of the success indicators of Political Parties carries out their party functions by increasing the number of votes in Sanggau Regency.This study also found some of the obstacles for political parties in Sanggau Regency in carrying out their functions are still considered exclusive by the community, thereby reducing public interest in participating. Besides that, the constraints of facilities and infrastructure in Sanggau Regency and the enthusiasm of the people who have not directed the party to be in harmony with the function of the party.Keywords: Democracy, Political Parties, Political Education Abstrak Partai politik adalah salah satu pilar penting dalam tatanan demokrasi. Partai politik adalah satu-satunya organisasi yang berhak mengikuti pemilu, kemudian menyampaikan aspirasi masyarakat maupun menduduki jabatan perwakilan rakyat. Meskipun begitu hal ini sering tidak diikuti dengan dijalankannya fungsi-fungsi partai sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Partai Politik. Hal ini terjadi di Kabupaten Sanggau. Oleh sebab itu penulis hendak menelusuri apakah Partai Politik di Kabupaten Sanggau telah menjalankan fungsi partai politik berdasarkan Undang-Undang Partai Politik? Kemudian apa saja faktor penghambat partai politik dalam menjalankan fungsinya?Kajian ini menggunakan teori fungsi partai politik dalam konteks hukum tata negara. Sebagaimana fungsi partai politik sebagai agen sosialisasi politik, rekrutmen politik, pengelola konflik, komunikasi politik, dan sebagai partisipasi politik. Metode penelitian ini mengguakan metode empiris. Pengambilan data dilakukan dengan studi Pustaka dan studi lapangan.Studi kasus di Kabupaten Sanggau menunjukan bahwa partai politik dapat menjalankan fungsi kepartaiannya dengan baik. Hal ini dapat dilihat dari berbagai program pada masyarakat, kader, dan kebijakan pemerintah. Salah satu indikator keberhasilan Partai Politik menjalankan fungsi kepartaiannya adalah meningkatnya perolehan suara di Kabupaten Sanggau.Studi ini juga menemukan beberapa kendala Partai Politik di Kabupaten Sanggau dalam menjalankan fungsinya yang masih dianggap ekslusif oleh masyarakat sehingga mengurangi minat masyarakat untuk ikut serta. Disamping itu kendala sarana dan prasarana di Kabupaten Sanggau dan antusias masyarakat yang belum mengarahkan partai agar selaras dengan fungsi partai tersebut.Kata Kunci : Demokrasi, Partai Politik, Pendidikan Politik
Copyrights © 2023