Para ulama sangatlah menjaga dan merawat hadis yang telah mereka dapatkan dari pemalsukan hadis Nabi. Mereka melakukan seleksi terhadap hadis yang mereka dapatkan dengan berbagai cara, baik seleksi terhadap rangakaian periwayatan (isna>d) maupun terhadap redaksi dari hadis tersebut. Meskipun masih banyak dijumpai beberapa hadis yang sengaja dipalsukan hanya demi mendukung golongan tertentu. Hal inilah yang menjadi warisan masa khulafaur rasyidin, khususnya pada masa khalifah ‘Ali> bin Abi> T{a>lib, dalam proses perjalanan sejarah hadis Nabi SAW., yangmana menjadi salah satu sumber bagi pengkaji hadis dalam meragukan keotentikannya. Penulis menfokuskan kajian kali ini pada beberapa permasalahan meliputi, bagaimana deskripsi dari hadis palsu, sejarah muncul dan berkembangnya, dan cara atau upaya menanggulanginya.Penelitian ini masuk dalam kategori penelitian kualitatif dan bersifat kepustakaan (library reacheach). Kesimpulan dari penelitian ini adalah hadis mawd{u>’ bukanlah termasuk kategori hadis atau dengan kata lain bukan hadis Nabi. Namun dalam pembahasan ‘ulu>m al-h{adi>th, hadis mawd{u>’ tidak bisa dilepaskan. Terpecahnya umat Islam pasca masa khulafa>’ al-ra>shidu>n ternyata berimplikasi terhadap perjalanan hadis, yaitu banyak munculnya pemalsuan hadis yang digunakan untuk melegitimasi kelompok mereka masing-masing. Dalam perkembangannya dslam menabentengi hadis, ulama merumuskan teori naqd al-h{adi>th yang terdiri dari naqd al-sanad dan naqd al-matn, dengan mengacu kepada kaedah kesahihan
Copyrights © 2023