Penuaan kulit akan berjalan secara intrinsik dan ekstrinsik. Salah satu molekul pemicu penuaan adalah senyawa oksigen reaktif. Senyawa ini akan memicu wrinkle melalui mekanisma cleavage dan pembentukan rantai silang abnormal terhadap protien fibrous, antara lain elastin, kolagen, dan glikosaminoglikan hyaluronic acid di matriks ekstraseluler kulit. Metalloproteinase merupakan enzim yang bertanggung jawab untuk degradasi protein fibrous. Cleavage asam hyaluronic dilakukan oleh enzim hyaluronidase yang mendegradasi molekul polimerik. Produksi berlebih pigmen melanin merupakan tanda penting penuaan kulit dan diatur oleh enzim tirosinase. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi potensi minyak bulus (Amyda cartilaginea) sebagai antiaging melalui docking molekuler terhadap collagenase. Penelitian in silico secara docking molekuler. Ligand yang dilakukan docking adalah asam lemak dari minyak bulus (Amyda cartilaginea). Target docking adalah collagenase (PDB ID 2D1N). Dari delapan asam lemak minyak bulus yang mempunyai energi interaksi paling negatif adalah 15-tetracosenoic acid methyl ester (-2.722 kcal/mol). Peta interaksi tersebut disusun oleh ikatan van Der Waals pada THR130, GLU 133, SER132, GLU135, dan LYS139. Selain itu juga disusun oleh ikatan hidrogen konvensional di ARG155 dan Alkyl di LYS136. Kesimpulan: asam lemak dari minyak bulus (Amyda cartilaginea) berpotensi sebagai modulator enzim collagenase untuk antiaging.
Copyrights © 2023