Kementrian Kesehatan dianggap memiliki kemampuan dan kekuasaan yang paling berpengaruh dalam menyelesaikan masalah pandemi Covid-19, sehingga pernyataannya dianggap sebagai refleksi atas representasi dalam memandang pandemi Covid-19 serta memiliki pengaruh yang besar terhadap struktur sosial. Komunikasi dari pihak Kementrian Kesehatan diwakili oleh Dirjen P2P yang menjabat saat itu, Achmad Yurianto. Dalam salah satu pernyataannya yang menimbulkan perdebatan disampaikan dalam konferensi pers. Penelitian ini menggunakan paradigma kritis dengan pendekatan kualitatif menggunakan model analisis wacana kritis Van Dijk. Hasil penelitian ini memperoleh kesimpulan bahwa pada analisis dimensi teks Achmad Yurianto secara sadar menyampaikan wacana ‘si kaya dan miskin’ untuk membandingkan dua golongan kelas sosial yang berbeda yaitu orang kaya dan orang miskin dalam konteks sosial-ekonomi
Copyrights © 2023