Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Women’s Fashion Simulacra A Compulsive Narrative in Syahrini’s Shopee Advertisement Irwanto Irwanto; Laurensia Retno Hariatiningsih; Iin Soraya; Nur Iman El Hidayah; Dito Anjasmoro Ningtyas
MediaTor (Jurnal Komunikasi) Vol 15, No 2 (2022): (Accredited Sinta 2)
Publisher : Unisba Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/mediator.v15i2.9675

Abstract

Advertising is essential in persuading, strengthening, and reminding the product of the public. Advertising is a representation of a product. From the modern communication perspective, advertising is used to make up the product's image. Recently, advertisements have appeared not only in conventional media but also in new media. Advertising works are becoming more varied and creative considering that new media are relatively uptight regulation than conventional media. This creates a hyper-reality that goes beyond the function of the ad itself. This study seeks to reveal Syahrini's Shopee marketplace advertisement on Youtube. The advertisement's content is examined critically and analyzed using Pierce's triangle of meaning: object, interpretant, and representamen. The research found that hyper-reality simulacra were created as a compulsive shopping narrative. This occurs due to unpleasant events or negative feelings caused by addiction, depression, and boredom. However, the public does not know this.
Pola Komunikasi Guru Dan Siswa Kelas Xi Dalam Pembelajaran Daring Pada Smk Taman Harapan Nur Iman El Hidayah; Novita Saribudi
Jurnal Media Penyiaran Vol. 3 No. 1 (2023): Juni (2023)
Publisher : LPPM UBSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.632 KB) | DOI: 10.31294/jmp.v3i01.2075

Abstract

Proses kegiatan belajar mengajar yang dilakukan selama pandemi Covid-19, menyebabkan perubahan pola komunikasi antara guru dan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pola komunikasi guru dan siswa kelas XI dalam proses pembelajaran daring di masa pandemi Covid-19 pada SMK Taman Harapan Bekasi Utara. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif pendekatan kualitiatif. Teori yang digunakam yaitu pola komunikasi antar pribadi transaksional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi komunikasi transaksional antar pribadi, yaitu antara guru dengan siswa, siswa dengan siswa, maupun guru pendidik dengan wali siswa. Komunikasi antarpribadi antara guru pendidik dan wali siswa ditandai dengan: (1) Keterbukaan; (2) Empati; (3) Dukungan; (4) Perasaan Positif. Pesan dalam pola komunikasi transaksional pada penelitian ini yaitu, guru pendidik mengirimkan dan menerima pesan kepada siswa selama pembelajaran jarak jauh yang dilakukan siswa dari rumah. Guru maupun siswa menegosiasikan makna yang diperoleh dari komunikasi antarpribadi melalui pengiriman dan penerimaan pesan verbal dan pesan nonverbal.
Konstruksi Pesan Penjaja Kuliner Ramadhan Pada Media Sosial Instagram Irwanto, Irwanto; Hariatiningsih, Laurensia Retno; El Hidayah, Nur Iman; Ningtyas, Dito Anjasmoro
Communication Vol 15, No 1 (2024): Communication
Publisher : Fakultas Komunikasi & Desain Kreatif - Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36080/comm.v15i1.2556

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh maraknya penggunaan platform media sosial Instagram menjadi pilihan publik untuk berkomunikasi di alam maya. Termasuk juga dalam penyebaran pesan komunikasi yang dilakukan oleh penjaja kuliner Ramadhan. Bulan suci bermakna signifikan bagi umat muslim. Pada bulan ini terdapat waktu sakral yakni mulai dan berakhirnya saum. Kedua waktu tersebut menjadi unsur penting dalam ibadah Ramadhan. Umat muslim menaruh perhatian pada hal tersebut, termasuk menu makanannya. Pada sisi lain hal ini dimanfaatkan oleh penjaja kuliner Ramadhan untuk meningkatkan penjualannya dengan menyebarkan informasi kuliner Ramadhan melalui media sosial Instagram. Hal tersebut didukung oleh kekuatan media sosial Instagram yang efektif, efisien dan mampu menjangkau khalayak luas.  Teknologi serta fitur yang disematkan pada media sosial tersebut juga mampu merepresentasi serta mengakomodir keinginan berbagi variasi lambang komunikasi dalam mengkonstruksi pesan yang dimaksud. Tujuan penelitian ini untuk menelaah mengenai presentasi lambang komunikasi penjaja kuliner tersebut pada media sosial Instagram. Untuk menindaklanjuti telaah tersebut, maka penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif.  Peneliti memilih informasi yang sesuai dengan subjek serta objek penelitian yakni akun Instagram penjaja kuliner Ramadhan yang mengkonstruksi pesan untuk kepentingan peningkatan kuantitas penjualan. Di sini terungkap para penjaja kuliner Ramadhan memiliki motif komunikasi yang sama namun gunakan lambang komunikasi yang berbeda. Lambang komunikasi yang berupa teks dan foto tersebut tercipta oleh proses konstruksi.   
Makna Modernisasi Perempuan Jawa Dalam Film Pendek “Wedok” El Hidayah, Nur Iman; Ariska, Yogi; Ningtyas, Dito Anjasmoro; Irhamdhika, Gema
Jurnal Komunikasi Vol 15, No 2 (2024): September
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jkom.v15i2.23130

Abstract

Film pendek berjudul "Wedok" mengangkat isu kesetaraan gender dengan mengisahkan seorang wanita yang terjebak dalam kehidupan sehari-harinya di dapur, tetapi mendambakan kebebasan untuk mendapatkan pendidikan. Ia hidup patuh dan tidak memiliki hak, sehingga hanya berperan sebagai wanita dapur biasa. Namun, berkat tekad yang kuat, ia tetap bisa belajar secara otodidak. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis makna modernisasi perempuan Jawa yang terkandung dalam film tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode semiotika dari Roland Barthes yang mengkaji mengenai makna denotasi, makna konotasi dan mitos. Makna denotasi yang ditemukan dalam film pendek Wedok yaitu mengenai potret perubahan perempuan jawa dari masa ke masa, yaitu dari zaman tradisional hingga zaman modern. Perubahan tersebut merupakan perubahan ke arah yang lebih maju. Sedangkan makna konotasi nya yaitu Adanya modernisasi membawa perubahan yang lebih baik bagi perempuan jawa. Mitos yang peneliti temukan pada film pendek Wedok yaitu Modernisasi bagi perempuan jawa membawa perempuan jawa terlepas dari belenggu kungkungan dan tuntutan budaya jawa yang mengharuskan perempuan jawa terus termarginalkan. Modernisasi dalam film Wedok terlihat bagaimana perubahan perempuan dalam hal mendapatkan pendidikan dan perubahan pola pikir orang tua dalam mendidik dan memperlakukan anak perempuannya. Anak laki-laki dan anak perempuan di dalam keluarga tidak lagi di beda-bedakan, artinya mereka sudah memiliki kedudukan yang sama.
Representasi Kesenjangan Sosial Ekonomi Penyataan Achmad Yurianto Dalam Konferensi Pers Penanganan Covid-19 El Hidayah, Nur Iman
Jurnal Komunikasi Vol 14, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jkom.v14i2.15735

Abstract

Kementrian Kesehatan dianggap memiliki kemampuan dan kekuasaan yang paling berpengaruh dalam menyelesaikan masalah pandemi Covid-19, sehingga pernyataannya dianggap sebagai refleksi atas representasi dalam memandang pandemi Covid-19 serta memiliki pengaruh yang besar terhadap struktur sosial. Komunikasi dari pihak Kementrian Kesehatan diwakili oleh Dirjen P2P yang menjabat saat itu, Achmad Yurianto. Dalam salah satu pernyataannya yang menimbulkan perdebatan disampaikan dalam konferensi pers. Penelitian ini menggunakan paradigma kritis dengan pendekatan kualitatif menggunakan model analisis wacana kritis Van Dijk. Hasil penelitian ini memperoleh kesimpulan bahwa pada analisis dimensi teks Achmad Yurianto secara sadar menyampaikan wacana ‘si kaya dan miskin’ untuk membandingkan dua golongan kelas sosial yang berbeda yaitu orang kaya dan orang miskin dalam konteks sosial-ekonomi
Krisis Kepercayaan Publik: Fenomena #Kaburajadulu Dan Peran Humas Pemerintah Dalam Merespons Cancel Culture Irhamdhika, Gema; El Hidayah, Nur Iman; Yogi Ariska; Dito Anjasmoro Ningtyas; Sari, Acih
Jurnal Public Relations (J-PR) Vol. 6 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jpr.v6i1.8663

Abstract

Kepercayaan publik terhadap pemerintah mengalami tantangan serius di era digital, terutama dengan munculnya fenomena seperti #KaburAjaDulu yang mencerminkan eskapisme sekaligus kritik terhadap kebijakan yang dianggap tidak berpihak pada masyarakat. Fenomena ini diperburuk oleh budaya cancel culture, di mana pejabat atau institusi pemerintah mendapat tekanan publik akibat tindakan atau pernyataan yang kontroversial. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus untuk menganalisis pola komunikasi pemerintah dalam merespons dinamika opini publik. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan pakar komunikasi dan analisis media sosial guna memahami keterkaitan antara krisis kepercayaan dan efektivitas strategi komunikasi pemerintah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurangnya transparansi, respons lambat, dan kegagalan dalam membangun narasi yang kredibel memperparah krisis kepercayaan publik. Peran humas pemerintah menjadi semakin krusial dalam mengelola krisis komunikasi, memastikan keterbukaan informasi, serta membangun dialog yang lebih efektif dengan masyarakat. Strategi komunikasi yang adaptif, responsif, dan berbasis data diperlukan untuk meredam dampak negatif cancel culture dan membangun kembali kredibilitas pemerintah. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan peningkatan kapasitas humas pemerintah dalam mengelola komunikasi krisis, pemanfaatan teknologi analisis media sosial untuk memahami sentimen publik, serta penguatan regulasi terkait keterbukaan informasi. Dengan pendekatan komunikasi yang lebih proaktif dan berbasis transparansi, pemerintah dapat lebih efektif dalam menangani krisis kepercayaan hubungan masyarakat.