Pembelajaran di Universitas Muhammadiyah Metro sejak masa pandemi Covid 19 telah dilaksanakandengan platform dalam jaringan (daring). Bahkan setelah masa pandemi dicabut dan Indonesia sudahmemasuki masa endemi Covid-19, perkuliahan secara daring dilaksanakan dengan frekuensi maksimal 40%dari pertemuan selama 1 (satu) semester sebanyak 16 kali pertemuan. Namun demikian belum banyakdiungkap perihal keterlaksanaan perkuliahan secara daring. Penelitian ini bertujuan untuk memperolehgambaran keterlaksnaan perkuliahan daring bagi mahasiswa pascasarjana yang menggunakan metodeproject based learning. Penelitian dilakukan dengan pendekatan survei. Data dikumpulkan dengan instrumenberupa angket skala Likert. Subyek sasaran survei adalah mahasiswa pendidikan biologi pascasarjanaberjumlah 8 orang. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik deskriptif. Hasil penelitian berupaketerlaksanaan perkuliahan daring meliputi empat aspek sebagai berikut: pertama, akses persiapan login danpengisian daftar hadir di spada masih terkendala kelancarannya. Kedua, akses materi kuliah yang masihkurang terdapat pada unggah tugas dan laporan proyek, sedangkan secara maksimal yang dapat dilakukanpada penguasaan fitur spada dan mengatasi hambatan ujian. Ketiga pengelolaan presentasi share screensudah maskimal namun untuk unggah laporan proyek masih diperlukan platform di luar spada. Keempat, preferensi mahasiswa dalam kuliah secara daring sudah maksimal dan didukung oleh rendahnya kendalasinyal internet.
Copyrights © 2023