Pemuda gereja merupakan bagian dari subyek pembangunan perdamaian gereja, secara khusus pemuda sebagai generasi yang membutuhkan urgensi edukasi dalam pengembangan gereja atas nama kemanusiaan melalui tindakan-tindakan holistik keagamaan. Potensi yang membutuhkan peningkatan kapasitas bagi pemuda pada nyatanya masih diperlukan transformasi dan revitalisasi dari gereja, untuk lebih vital menjadi wadah bagi pemuda gereja. Pemuda gereja didorong untuk meningkatkan partisipatif secara aktif bersama pemuda lintas agama dalam perjumpaan atas nama agama demi kemanusiaan. Ancaman yang nyata bagi pemuda gereja ialah stereotipe negatif terhadap agama yang lain disebabkan sudut pandang etnosentrisme, terlebih tantangan masa kini ialah ancaman isu-isu SARA dan berita negatif bertopeng agama. Maka melalui tulisan ini secara spesifik memberi analisa dan evaluasi berbasis teori interkultural dalam melihat peran gereja melakukan pemberdayaan pemuda gereja sebagai subyek dalam perjumpaan lintas agama bagi perdamaian. Tulisan ini juga memberikan tawaran kegiatan yang dapat dilakukan gereja secara praktis dalam melakukan pemberdayaan berbasis interkultural bagi pemuda gereja bersama pemuda lintas agama, dilakukan melalui perjumpaan dan interaksi secara langsung sebagai dasar pengembangan secara berkelanjutan (sustainability) bagi pemuda gereja untuk saling membangun self reflexivity dan learning about others
Copyrights © 2023