Filsafat sebagaimana yang diketahui merupakan induk dari segala ilmu pengetahuan "the mother of knowledge". Pada perkembangannya, filsafat tidak hanya terfokus persoalan Tuhan, Alam dan manusia saja. Namun filsafat dapat berkembang sesuai tuntutan ilmu dan pengetahuan serta kebutuhan akan ilmu-ilmu lainnya. Filsafat pada pembahasan artikel ini mengaitkan dengan proses kegiatan komunikasi yang dilakukan dalam kegiatan politik yang dikenal dengan "filsafat komunikasi politik". Studi pustaka menjadi alternatif metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini. Filsafat Komunikasi Politik merupakan pemahaman pada ilmu komunikasi terhadap perkembangan politik. Pembahasan mengenai filsafat komunikasi politik ini terkait bagaimana seseorang dapat berkomunikasi dalam dunia politik dengan menggunakan pola pikir yang dikembangkan dari filsafat, seperti pemikiran yang radikal, universal, bebas dan sesuai dengan kaidah filsafat pada umumnya. Inti dari filsafat komunikasi politik ini adalah agar hal-hal yang berkaitan dengan perpolitikan dimana seorang komunikator dapat melaksanakan kegiatan politik serta menyampaikan pesan politik kepada komunikan yang mana sifat dari pesan tersebut bersifat logis dan dapat diterima oleh komunikan secara menyeluruh. Pada proses kegiatan komunikasi politik akan memunculkan perspektif baik dari segi psikologis dari seorang komunikator dan juga mekanisme yang digunakan komunikator dalam kegiatan perpolitikan yang dilakukan. Proses dari psikologi dan mekanisme seorang komunikator pada saat menyampaikan pesan atau isi komunikasi harus sesuai dengan psikologi baik jiwa maupun raga dan situasi dari komunikan pada saat itu, sehingga kegiatan komunikasi yang dilakukan dapat berlangsung dengan maksimal.
Copyrights © 2023