Preeklamsia adalah gangguan kehamilan yang berpotensi mempengaruhi jutaan wanita diseluruh dunia. Sebanyak 5-8% preeklamsia merupakan sindrom yang mengancam jiwa pada saat kehamilan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungn polimorfisme gen RUNX3 rs2236852 dengan kejadian preeklamsia. Penelitian ini dengan melibatkan 64 responden, yang terdiri dari 32 responden kelompok kasus dan 32 responden kelompok kontrol yang memenuhi kriteria inklusi dan eklusi. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain case control. Pemeriksaan genotip gen RUNX3 rs2236852 dilakukan dengan menggunakan polymerase Chain Reaction-Rectriction Fragment Lenth Polymorfism (PCR-RFLP). Hasil penelitian ini yaitu tidak ada hubungan yang bermakna pada karaktersitik usia ibu hamil dengan kejadian preeklamsia (p = 0,185, OR 3,222, CL 95%). Ada hubungan yang bermakna pada paritas (p = 0,024, OR 0,273 CL 95%) dan riwayat penyakit PE sebelumya (p=0,006 OR 6,176 CL 95%) dengan kejadian PE. Polimorfisme RUNX3 genotip pada kelompok kasus adalah AA=0(0,0%), AG=2(100%), GG=2(100%) dan kelompok kontrol AA=1(100%),AG= 0(0,0%), GG=0(0,0%). Frekuensi genotip alel pada kelompok kasus A=2(50,0%) G=6(100,0%) pada kelompok kontrol A=2(50,0%) G=0(0,0%). Polimorfisme genotip gen RUNX3 rs2236852 tidak terdapat hubungan yang bermakna dengan kejadian preeklamsia. Tidak ada hubungan bermakna antara alel A/G pada gen RUNX3 rs2236852 dengan kejadian preekalmsia. Dari hasil penelitian ini tidak terdapat hubungan yang bermakna antara polimorfisme genotip dan alel gen RUNX3 rs2236852 dengan kejadian preeklamsia.
Copyrights © 2022