Berbagai faktor memengaruhi waktu tunggu pemulangan pasien mulai dari faktor manusia, proses hingga sistem. Waktu tunggu proses kepulangan pasien rawat inap di Rumah Sakit X masih menjadi permasalahan ketidakpuasan pada umpan balik pasien setiap bulannya, bahkan termasuk 5 keluhan tertinggi pada tahun 2021. Tujuan utama penelitian ini adalah mengelaborasi dan menguji faktor yang memengaruhi waktu tunggu pemulangan pasien sesuai Permenkes No: 129/Menkes/SK/II/2008. Penelitian ini merupakan studi analitik retrospektif pada populasi 2.917 pasien rawat inap Rumah Sakit X tahun 2022. Data waktu tunggu kepulangan diambil berdasarkan catatan SIMRS untuk dilakukan analisis hubungan karakteristik dan tahapan proses yang dilakukan terhadap pencapaian waktu tunggu serta faktor yang memiliki pengaruh paling dominan terhadap pencapaian tersebut melalui uji regresi logistik. Berdasarkan karakteristik dan tahapan prosesnya, pencapaian waktu tunggu pemulangan dipengaruhi faktor paling dominan yakni penjaminan (OR 21,60, p = 0,00), visite DPJP pada hari H (OR 1,32, p = 0,02), riwayat pembedahan (OR 0,66, p = 0,00), dan riwayat perawatan kritis selama masa rawat (OR 0,41, p = 0,00). Sedangkan hari pemulangan, lama rawat, perencanaan pulang H-1, dan pengembalian obat dan alat kesehatan H-1 didapatkan tidak cukup signifikan memengaruhi pencapaian waktu tunggu kepulangan. Faktor tipe penjaminan, visite DPJP hari H, adanya riwayat pembedahan, dan riwayat perawatan kritis selama masa rawat terbukti memengaruhi pencapaian waktu tunggu pemulangan sesuai yang diharapkan. Dengan demikian rencana perbaikan terarah melalui pendekatan keempat akar masalah diperkirakan dapat memperbaiki kepuasan dan kepercayaan pasien secara signifikan. Lebih lanjut, studi terhadap faktor lain secara mendalam perlu dilakukan guna perbaikan berkelanjutan.
Copyrights © 2023