Madani: Multidisciplinary Scientific Journal
Vol 1, No 8 (2023): September

Polemik Peresmian Wilayah Barus Sebagai Titik Nol Peradaban Islam Nusantara Oleh Presiden Joko Widodo

Samsul Bahri Hasibuan (Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung)
Rizki Hamdan Saputra (Sekolah Tinggi Agama Islam Barumun Raya Sibuhuan)
Habibunnas h (Sekolah Tinggi Agama Islam Umar Bin Khattab Ujung Gading Pasaman Barat)
Pajri Ainul Yakin (Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah Indonesia Purwakarta)



Article Info

Publish Date
18 Sep 2023

Abstract

Keputusan penetapan wilayah Barus di Tapanuli Tengah sebagai titik nol Islam Nusantara menimbulkan reaksi beragam dari sejarawan Indonesia. Selama ini yang masyarakat mengetahui Islam pertama kali masuk wilayah Indonesia adalah di Aceh. Tulisan bertujuan untuk memberikan penjelasan mengenai jejak masuknya ajaran Islam dan bukti penetapan Islam Nusantara serta polemik peresmian wilayah Barus sebagai titik nol oleh para sejarawan. Metode yang digunakan oleh penulis dalam penelitian ini yaitu metode penelitian sejarah. Adapun metode sejarah yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari empat tahapan yaitu heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Barus merupakan wilayah yang mula-mula menerima dan di datangi Islam. Kemudian baru ke wilayah lain, yaitu ke Peureulak dan Pasai. Hanya saja, walaupun Barus yang mula-mula menerima Islam, tetapi umat Islam di sana tidak menghasilkan atau tidak membentuk kekuasaan atau kerajaan Islam sebagai kekuatan politiknya, tetapi masyarakat Islam di Peureulak lah yang sukses mencapai kekuatan politik Islam pertama di Nusantara. Banyak sejarawan yang tidak setuju dengan hal ini karena menganggap bertentangan dengan kesimpulan studi sejarah.

Copyrights © 2023