Tersedak dan kejang demam merupakan kondisi gawat darurat yang sering dialami oleh anak-anak. Pendidikan kesehatan merupakan salah satu bentuk upaya pencegahan penyakit yang dilakukan melalui penerapan prinsip-prinsip pendidikan di bidang kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan kader dalam penanganan kegawatdaruratan, terutama tentang tersedak dan kejang demam pada anak dengan intervensi pendidikan kesehatan dengan metode ceramah dan demonstrasi. Desain penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan pendekatan one group pre-test and post-test. Variabel independent penelitian ini adalah pendidikan kesehatan dan variabel dependen yaitu tingkat pengetahuan kader. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh kader yang berjumlah 37 orang. Hasil penelitian didapatkan rata-rata tingkat pengetahuan kader sebelum intervensi sebesar 5,14, sedangkan setelah intervensi meningkat menjadi 7,59. Hasil uji normalitas Shapiro–Wilk menunjukkan bahwa data berdistribusi tidak normal (p < 0,05), sehingga dilakukan uji non-parametrik. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai W = 0,00 dengan p < 0,001, yang berarti terdapat perbedaan bermakna secara statistik antara tingkat pengetahuan kader sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan. Peningkatan pengetahuan kader secara signifikan dalam penelitian ini membuktikan bahwa intervensi promosi kesehatan dan demonstrasi merupakan metode yang sangat efektif dalam meningkatkan kompetensi pertolongan pertama pada kasus tersedak dan kejang demam anak. Berdasarkan temuan tersebut, disarankan agar kegiatan serupa dikembangkan dengan menambahkan sesi pelatihan berulang dan simulasi praktis agar kader tidak hanya memahami teori tetapi juga mampu bertindak dengan cepat dan tepat di situasi nyata.
Copyrights © 2025