Dalam al-Qur’an terdapat tiga istilah yang menunjukkan pada pengertian membaca, yakni al-Qira>’ah, tila>wah dan tarti>l, dari ketiga istilah tersebut dalam beberapa ayat al-Qur’an seperti QS. Al-‘Alaq ayat pertama, QS. Al-Jumu’ah ayat kedua dan QS. Al-Muzammil ayat keempat diterjemahkan dengan membaca. Padahal secara etimologi ketiga istilah tersebut memiliki makna yang berbeda-beda. Dengan demikian, pengertian membaca di dalam al-Qur’an bukanlah terbatas pada makna secara leksikal, melainkan ia juga memiliki makna yang luas. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research). Maka langkah awal yang ditempuh adalah mengumpulkan data primer dan data sekunder. Dari hasil penelitian ini, penulis dapat menyimpulkan bahwa membaca yang ditunjuk dengan kata al-Qira>’ah adalah membaca segala sesuatu yang ada, baik tulisan itu berupa wahyu Allah maupun bacaan biasa yang bukan berasal dari Tuhan. Sedangkan membaca yang ditunjuk oleh kata tila>wah adalah membaca yang disertai dengan pengamalan dari apa yang dibacanya. Sementara membaca yang ditunjuk oleh kata tarti>l adalah membaca dengan perlahan-lahan, tidak tergesa-gesa, memperhatikan makhraj dan tajwidnya serta mentadabburi maknanya. Selain itu, ada juga kata-kata dalam al-Qur’an yang secara tidak langsung memiliki arti membaca, yakni seperti kata tafakkur, tadabbur, tafaqquh dan tazakkur. Keempat kata ini pada intinya menuntut seseorang untuk berpikir (membaca) tentang sesuatu yang harus didasarkan oleh ilmu pengetahuan agar ia bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.
Copyrights © 2023