Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Membangun Keluarga dengan Spirit Hadis Sudariyah
JURNAL MAHASANTRI Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Mahasantri Volume 3 Nomor 2 Maret 2023
Publisher : LP2M IAI NURUL HAKIM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: hadith is everything propped to the prophet in the form of word, action and provision prophet. In the development the time althought Rasulullah had died a thousand years ago, but hadith and sunnah as if have grounded among umat muslims one of them is as practiced by the community Tabligh. Where one of the missions community Tabligh is preach the religion of Islam and practic it or revive the sunnah prophet in their lives. Here family Muhadis know much about religion and unconsciously through this organization family Muhadis try apply or practic the texs hadith into his family life. Case that’s the background the author in doing this research with the purpose for know how the texs of the hadith prophet be practic by community Tabligh especially family Muhadis. This research is descriptive and come in kind field research with using the method interview and using data analiysis by borrowing the Theory Marx Weber about Action. Therefore, the results of this research is that family Muhadis practiced hadith texs prophet with literlek and making hadith as syari’ah as always practiced in everyday life. Key word: Hadith texs, practic and Theory Action Abstrak: Hadis merupakan segala sesuatu yang disandarkan kepada nabi baik berupa perkataan, perbuatan dan ketetapan nabi. Dalam perkembangan zaman, meskipun Rasulullah sudah wafat seribu tahun yang lalu, akan tetapi hadis maupun sunnah seakan-akan sudah membumi dikalangan umat Islam salah satunya adalah sebagaimana yang dipraktikkan oleh komunitas Jamaah Tabligh. Di mana salah satu misi dari Jamaah Tabligh adalah mendakwahkan agama Isalam serta mempraktikkan atau menghidupkan kembali sunnah-sunnah nabi di dalam kehidupan mereka. Di sinilah keluarga bapak Muhadis mengetahui banyak hal tentang agama dan secara tidak sadar melalui organisasi ini keluarga bapak Muhadis mencoba menerapkan atau mempraktikkan teks-teks hadis ke dalam kehidupan keluarganya. Hal itulah yang menjadi latar belakang penulis dalam melakukan penelitian ini dengan bertujuan untuk mengetahui bagaimana teks-teks hadis nabi tersebut dipraktikkan oleh Jamaah Tabligh khususnya keluarga Muhadis. Penelitian ini bersifat deskriptif dan masuk dalam jenis penelitian lapangan dengan menggunakan metode wawancara dan analisis data dengan meminjam teori Marx Weber tentang Action. Dengan demikian, hasil penelitian ini adalah bahwa keluarga Muhadis mempraktikkan teks-teks hadis nabi secara literlek dan menjadikan hadis sebagai syari’ah yang selalu dipraktikkan di dalam kehidupan sehari-hari. Kata Kunci: Teks Hadis, Praktik dan Teori Action
Makna Kata Qara’a, Tila>Wah dan Tarti>L dalam Al-Qur’an (Kajian Ma’anil Qur’an) Sudariyah Sudariyah
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 4 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i4.3846

Abstract

Dalam al-Qur’an terdapat tiga istilah yang menunjukkan pada pengertian membaca, yakni al-Qira>’ah, tila>wah dan tarti>l, dari ketiga istilah tersebut dalam beberapa ayat al-Qur’an seperti QS. Al-‘Alaq ayat pertama, QS. Al-Jumu’ah ayat kedua dan QS. Al-Muzammil ayat keempat diterjemahkan dengan membaca. Padahal secara etimologi ketiga istilah tersebut memiliki makna yang berbeda-beda. Dengan demikian, pengertian membaca di dalam al-Qur’an bukanlah terbatas pada makna secara leksikal, melainkan ia juga memiliki makna yang luas. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research). Maka langkah awal yang ditempuh adalah mengumpulkan data primer dan data sekunder. Dari hasil penelitian ini, penulis dapat menyimpulkan bahwa membaca yang ditunjuk dengan kata al-Qira>’ah adalah membaca segala sesuatu yang ada, baik tulisan itu berupa wahyu Allah maupun bacaan biasa yang bukan berasal dari Tuhan. Sedangkan membaca yang ditunjuk oleh kata tila>wah adalah membaca yang disertai dengan pengamalan dari apa yang dibacanya. Sementara membaca yang ditunjuk oleh kata tarti>l adalah membaca dengan perlahan-lahan, tidak tergesa-gesa, memperhatikan makhraj dan tajwidnya serta mentadabburi maknanya. Selain itu, ada juga kata-kata dalam al-Qur’an yang secara tidak langsung memiliki arti membaca, yakni seperti kata tafakkur, tadabbur, tafaqquh dan tazakkur. Keempat kata ini pada intinya menuntut seseorang untuk berpikir (membaca) tentang sesuatu yang harus didasarkan oleh ilmu pengetahuan agar ia bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.
Sarasehan Peningkatan Kapasitas dan Penanaman Pohon Produktif di Pondok Pesantren Nurul Iman Nw Bentek Kabupaten Lombok Utara Bustanul Arifin; Adi Faizun; Sudariyah Sudariyah; Zubaedi Zubaedi; Masdani Masdani; Apriana Asdin; Suparlan Suparlan; Nining Pratiwi; Baiq Siti Hajar; Sadam Husen; Suhirman Jayadi
Jurnal Insan Pengabdian Indonesia Vol. 1 No. 3 (2023): September: Jurnal Insan Pengabdian Indonesia
Publisher : PT. ALHAFI BERKAH INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62007/jouipi.v1i3.156

Abstract

This service activity is intended to improve managerial abilities and services to the public as well as concern for the environment in the form of discussions with various elements packaged in the form of workshops followed by tree planting as a concrete step in caring for nature and the Islamic boarding school environment which in turn has an impact on air quality and coolness in the environment. Islamic boarding school environment. The method used was discussion and demonstration of tree planting in the Nurul Iman NW Bentek Islamic boarding school environment. This workshop contributed ideas regarding improving the management of Islamic boarding schools, planting trees on Islamic boarding school land according to the name of the planter. This service activity resulted in several conclusions: Pondok policy stakeholders continue to strive to increase their own potential to develop better Islamic boarding schools, Workshop activities increase knowledge for participants and students to continue to improve their knowledge and attitude of loving nature, and Planting productive trees is very effective in improving air quality. health, coolness, comfort and beauty in the Islamic boarding school environment.