Implementasi kurikulum oleh satuan pendidikan harus memperhatikan ketercapaian kompetensi peserta didik pada satuan pendidikan dalam kondisi khusus. Masa pandemi Covid-19 merupakan salah satu kondisi khusus yang menyebabkan ketertinggalan pembelajaran (learning loss) yang berbeda-beda pada ketercapaian kompetensi peserta didik. Untuk mengatasi ketertinggalan pembelajaran (learning loss) diperlukan kebijakan pemulihan pembelajaran dalam jangka waktu tertentu terkait dengan implementasi kurikulum oleh satuan pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan studi literatur sebagai metode penelitian dengan digunakannya berupa jurnal dan buku yang terkait dengan kurikulum merdeka belajar dan pembelajaran IPA. Pada hasil penelitian Dalam kurikulum merdeka belajar dengan konsep yang menjelaskan keberfungsian guru dengan administrasi mengajar dengan inovasi guru tanpa diatur dalam prosedur yang mengharuskan guru melakukan banyak hal, dirasa guru bisa mengeksporasi seluruh kreatifitas guru tanpa merasa harus melakukan tuntutan yang membebankan guru. Hal ini tentu lebih memudahkan guru dari berbagai sisi.pembelajaran dengan Materi terkait kegunaan indra penglihatan dan perasa dan peraba dalam beberapa konsep terfokus pada teori yang ada di dalam buku dan menjelaskan dipapa tulis, da nada juga yang menggunakan media yang sebenarnya kurang mampu membuat pemahaman siswa meningkat, dalam kurikulum merdeka belajar dipermudah dengan belajar dengan yang paling dekat.Seperti pada materi indra sisiwa diajak ke kebun dan mintak siswa mengamati apa saja yang ada di kebun atau taman, hal ini berhubungan dengan penglihatan, pada alat perabah bisa minta siswa menutup mata dan berikan beberapa benda dan minta mereka menebak nama benda tersebut. Lalu untuk pengecap sama seperti dengan ketika menebak pada alat perabah. Hal ini akan lebih mudah dipahami siswa karena dekat dan bersentuhan langsung pada peserta didik, sehingga mereka lebih cepat memahami.
Copyrights © 2023