Dampak negatif dan kenyataan bahwa orang tua sebagai pelaku toxic parenting sangat menyakitkan bagi remaja, secara otomatis remaja melakukan strategi koping untuk mengatasi dampak negatif dan rasa sakit yang dirasakan. Penelitian ini berfokus untuk mengetahui pengalaman dan pemaknaan terhadap toxic parenting beserta strategi koping yang digunakan oleh remaja. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi interpretatif. Responden penelitian berjumlah 3 orang yang berusia 17 dan 19 tahun. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan wawancara semi terstruktur. Hasil analisis data menunjukkan bahwa toxic parenting yang dialami berupa kekerasan fisik dan verbal, tidak didukung dan diapresiasi, tidak dapat berbagi cerita dengan orang tua, dikekang, diintimidasi, serta dibandingkan. Toxic parenting berdampak pada psikologis dan fisiologis individu. Responden memaknai toxic parenting sebagai perilaku normal, perilaku yang tidak dibenarkan, dan dominan berdampak negatif. Responden menggunakan dua pendekatan strategi koping yaitu berfokus pada masalah dan emosi. Kesimpulan penelitian ini yaitu remaja dapat menggunakan strategi koping yang memberikan dampak positif.
Copyrights © 2023