Penerimaan ditandai dengan sikap positif, pengakuan atau penghargaan terhadap nilai-nilai individu termasuk pengakuan atas perilakunya serta tidak menyalahkan orang lain dan terjebak dalam kemarahan atas keterbatasan yang dimiliki. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses penerimaan diri dari anak yang kehilangan anggota keluarga akibat COVID-19 dan mengetahui faktorfaktor yang mempengaruhi penerimaan diri. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi deskriptif. Partisipan penelitian terdiri dari 3 orang remaja dengan kriteria 1) usia 1822 tahun dan 2) kehilangan anggota keluarga akibat COVID-19 setidaknya selama setahun. Teknik pengumpulan data berupa wawancara dengan teknik semi-structured. Penelitian ini melihat penerimaan diri berdasarkan 5 tahap penerimaan yaitu denial, anger, bargaining, depression, dan acceptance. Hasil penelitian diketahui bahwa seluruh partisipan telah melalui lima tahap tersebut dan mencapai penerimaan atas kehilangan anggota keluarga akibat COVID-19. Self-awareness, empati, dukungan emosi dari lingkungan dan agama ikut berperan sebagai faktor yang membantu partisipan mencapai penerimaan diri pasca kehilangan anggota keluarga
Copyrights © 2023