Bandung Conference Series: Statistics
Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Statistics

Ordinary Kriging Magnitude dan Nilai B-Value Gutenberg-Richterpada Katalog Gempa Bumi Jawa Barat

Salsabila Nur Fitriana (Prodi Statistika, Fakultas MIPA. Universitas Islam Bandung)
Sutawanir Darwis (Prodi Statistika, Fakultas MIPA)



Article Info

Publish Date
02 Aug 2023

Abstract

Abstract. Earthquake is a natural phenomenon that is not known when it will occur because measurements are not made in all locations. With these limitations, we need a method that can predict the level of earthquake strength at several points where measurements are not carried out, for example by the spatial interpolation method. There are several methods used to perform spatial interpolation, one of which is the ordinary kriging method. Ordinary kriging (OK) utilizes spatial values ​​at sample locations and variograms that show correlations between spatial points to predict values ​​at non-sample locations where the predicted value depends on their proximity to the sample locations. This thesis discusses the development of the ordinary kriging method on regional earthquake magnitudes and the b-value Gutenberg Richter variable using the West Java earthquake catalog. Regional magnitude variables and b-values ​​were used to model the spatial correlation via a spherical variogram. Variogram parameters were estimated using the least squares method. The results of the Ordinary Kriging assessment of an area show that the level of rock fragility (b-value) is quite high, namely 6.523 which illustrates that the area has low stress accumulation or it can be said that a high b-value has experienced a large-scale earthquake so that only energy left that is capable of producing small earthquakes. Abstrak. Gempa bumi merupakan fenomena alam yang tidak seorang pun mengetahui kapan terjadinya karena pengukuran tidak dilakukan di semua lokasi. Dengan keterbatasan tersebut, diperlukan suatu metode yang dapat memprediksi tingkat kekuatan gempa di beberapa titik yang tidak dilakukan pengukuran, misalnya dengan metode interpolasi spasial. Terdapat beberapa metode yang digunakan untuk melakukan interpolasi spasial, salah satunya metode ordinary kriging. Ordinary kriging (OK) memanfaatkan nilai spasial pada lokasi tersampel dan variogram yang menunjukkan korelasi antar titik spasial untuk memprediksi nilai pada lokasi yang tidak tersampel yang mana nilai prediksi tersebut tergantung pada kedekatannya terhadap lokasi tersampel. Skripsi ini membahas pengembangan metode ordinary kriging pada peubah teregioanal magnitude gempa dan b-value Gutenberg Richter menggunakan katalog gempa Jawa Barat. Peubah teregional magnitude dan nilai-b digunakan untuk memodelkan korelasi spasial melalui variogram spherical. Parameter variogram diestimasi menggunakan metode kuadrat terkecil. Hasil dari penaksiran Ordinary Kriging dari suatu wilayah menunjukkan bahwa nilai tingkat kerapuhan batuan (b-value) cukup tinggi yaitu sebesar 6.523, menggambarkan bahwa daerah tersebut memiliki akumulasi stress yang rendah atau dapat dikatakan nilai b-value yang tinggi pernah terjadi gempa bumi dengan skala besar sehingga hanya tersisa energi yang mampu menghasilkan gempa kecil.

Copyrights © 2023






Journal Info

Abbrev

BCSS

Publisher

Subject

Decision Sciences, Operations Research & Management Education Mathematics

Description

Bandung Conference Series: Statistics (BCSS) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Statistika dengan ruang lingkup sebagai berikut: Alternating Least Square, Analisis Konjoin, Autoregressive, Auxiliary Variabel, Baby Birth, Block Maxima, ...