Toxic friendship refers to interpersonal relationships that harm and potentially damage one's spirituality and faith life. Grounded in Christian ethics and theology, this article identifies ethical-theological principles that can guide Christian individuals in addressing and overcoming toxic friendships and strengthening healthy relationships. Using a descriptive qualitative method with a literature study approach, it can be concluded that the critical role of understanding the nature and definition of Toxic Relationships can indicate how a person should behave because Toxic relationships damage relationships with God and others. Therefore, the existence of friendship relationships in theological ethics is based on a space for mutual development within the scope of the role of Christians in actualizing healthy relationships. The awareness of the impact of friendship on character and relationship with God directs us to wisely evaluate and manage interpersonal relationships to strengthen faith and glorify God. AbstrakToxic friendship merujuk pada hubungan interpersonal yang merugikan dan berpotensi merusak kehidupan spiritulitas dan iman seseorang. Dengan landasan etika dan teologi Kristen, artikel ini mengidentifikasi prinsip-prinsip etis-teologis yang dapat membimbing individu Kristen dalam menyikapi dan mengatasi toxic friendship serta memperkuat relasi pergaulannya yang sehat. Mengunakan metode kualtatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka maka dapat disimpulkan bahwa peran penting pemahaman akan Hakikat dan definisi Toxic Relationship dapat memberikan indikator seseorang bagiamana harus bersikap. Sebab Toxic relationship merusak Hubungan kepada Tuhan dan sesama. Oleh karena itu adanya hubungan Petemanan dalam Etis Teologis di dasari sebagai ruang untuk saling membangun dalam Ruang Lingkup Peran Orang Kristen dalam Mengaktualisasikan Hubungan yang Sehat. Dari kesadaran akan dampak pergaulan terhadap karakter dan hubungan dengan Tuhan mengarahkan kita untuk dengan bijaksana mengevaluasi dan mengatur hubungan interpersonal dengan tujuan memperkuat iman dan memuliakan Tuhan.
Copyrights © 2023