Daun bandotan (Ageratum conyzoides L.) merupakan tumbuhan yang dapat dijadikan sebagai insektisida nabati karena daunnya mengandung senyawa-senyawa metabolit sekunder. Senyawa metabolit sekunder inilah yang dapat membuat keracunan pada hama Spodoptera frugiperda. Penelitian ini bertujuan untuk melihat kandungan senyawa metabolit sekunder yang terdapat pada ekstrak metanol, fraksi etil asetat dan fraksi n-heksan daun bandotan serta menghitung mortalitas dan mengukur tingkat toksisitas ekstrak melalui konsentrasi kematian (LC50) dengan 6 macam konsentrasi yaitu 0%; 1%; 2,5; 5%; 7,5% dan 10% selama 48 jam. Metode yang digunakan pada penelitian ialah maserasi, fraksinasi, uji fitokimia, menghitung data mortalitas dan diolah melalui analisis probit untuk mendapatkan nilai LC50. Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak metanol positif mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, steroid, terpenoid dan saponin. Pada ekstrak fraksi etil asetat positif senyawa flavonoid, terpenoid dan saponin sedangkan pada ekstrak fraksi n-heksan positif senyawa flavonoid, steroid, terpenoid dan saponin. Hasil rata-rata mortalitas berturut-turut ditunjukan pada ekstrak metanol 100%, ekstrak fraksi n-heksan 89% dan fraksi etil asetat 67%. Nilai LC50 yang didapat pada ketiga ekstrak berturut-turut ialah 1,48% (metanol), 5,3% (fraksi etil asetat) dan 3,5% (fraksi n-heksan) yang mana ekstrak daun bandotan mengandung senyawa-senyawa yang efektif dijadikan sebagai insektisida nabati.
Copyrights © 2023