Anak usia sekolah adalah salah satu aset yang berharga bagi bangsa, karena anak sekolah memasuki fase pertumbuhan dan perkembagan, maka diperlukan asupan makan yang bergizi cukup. Gizi anak akan tercukupi bila melakukan sarapan pagi untuk mendapatkan energi dan tubuh menjadi lebih bugar. Tujuan penelitian ini yaitu ingin mengetahui hubungan sarapan dengan kemampuan mengikuti mata pelajaran Pendidikan Jasmani (Penjas) di SDN Polobogo. Metode yang digunakan kuantitatif korelasional. Responden penelitian ini adalah siswa kelas 4-6. Pemilihan reponden penelitian menggunakan tekhnik purposive sampling. Hasil penelitian ini adalah kebiasaan sarapan pagi diperoleh 73,3% anak selalu sarapan, 20% anak sering sarapan dan 6,67% anak jarang sarapan. Pada nilai penjas diperoleh hasil 100% dengan kriteria baik, dan tidak adanya hubungan yang signifikan antara kebiasaan sarapan pagi dengan prestasi belajar anak berdasarkan hasil uji korelasi. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah sarapan pagi bukan satu-satunya yang mempengaruhi prestasi belajar anak. Kemampuan mengikuti mapel penjas anak dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti faktor internal (faktor jasmani dan psikologi) dan eksternal (faktor sosial, faktor kebudayaan, faktor lingkungan fisik).
Copyrights © 2023