Background: Minuman berkafein menjadi sangat populer, terutama di kalangan remaja, karena gaya hidup menjadi lebih kebarat-baratan. Tren konsumsi makanan dan minuman berkafein seperti kopi, matcha latte, teh, dan yang lainnya itu tanpa disadari menjadi minuman disukai oleh mereka. Namun, para remaja tidak menyadari jumlah kafein dalam minuman berkafein yang mereka konsumsi dan pengaruhnya terhadap mereka. Apabila remaja mengkonsumsi kafein dapat menyebabkan masalah kesehatan salah satunya kualitas tidur menurun.Purpose: Penelitian ini memiliki tujuan yaitu untuk mengetahui hubungan konsumsi kafein dengan kualitas tidur pada remaja di MAN 11 Jakarta.Methods: Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional, sampel yang digunakan berjumlah 215 remaja dan pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik stratified random sampling. Data diambil menggunakan kuesioner Caffeine Intake Assessment dan PSQI (The Pittsburgh Sleep Quality Index).Results: Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara konsumsi kafein dengan kualitas tidur dengan nilai signifikansi sebesar 0,072 (p>0,05).Conclusion: Implikasi penelitian ini adalah dapat memebrikan informasi ke remaja terkait konsumsi kafein dan kualitas tidur sehingga dengan informasi tersebut remaja dapat menjaga konsumsi kafein dalam batas normal sehingga dapat menciptakan kualitas tidur yang baik.
Copyrights © 2023