Dalam hal pembangunan, pemerintahan dapat dikatakan berhasil apabila mampu menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan dengan mengurangi tingkat pengangguran. Maka dari itu, salah satu aspek yang kaitannya penting dengan pembangunan ialah ketenagakerjaan. suatu peran penting yang dimiliki tenaga kerja yaitu kontribusi pendapatan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dengan adanya permintaan tenaga kerja maka tenaga kerja akan terserap, penyerapan tenaga kerja dapat dikatakan sebagai permintaan tenaga kerja. Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi penyerapan tenaga kerja, yaitu upah minimum regional, pertumbuhan ekonomi, serta jumlah angkatan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh upah minimum regional, pengaruh pertumbuhan ekonomi, serta pengaruh jumlah angkatan kerja terhadap penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Nganjuk tahun 2010-2021. Penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi linier berganda. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode kuantitatif dengan jenis data sekunder. Data yang digunakan yaitu data kurun waktu (time series) yang diperoleh melalui website Badan Pusat Statistik Kabupaten Nganjuk, Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Timur, dan Disnakertran Jawa Timur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel bebas upah minimum regional dan variabel pertumbuhan ekonomi secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja, sedangkan variabel jumlah angkatan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja.
Copyrights © 2023