AbstractA servant of God must have principles in every work that God has entrusted. The purpose of this article's research is to show that a servant of God must have principles, as the field of ministry is often inherent with challenges and suffering. With a sub-hermeneutic qualitative method: Exegesis, this article finds three principles of a servant of God in church cohesion and mission. First, be steadfast in all suffering. Second, radical living in truth. Third, focus on eternal life. Paul, as a representation of God's servants in church and mission cohesion, reminds that God's servants must have a ministry that does not only focus on one part (church or mission), but must realize church and mission cohesion to everyone served. Abstrak Seorang pelayan Allah harus memiliki prinsip dalam setiap pekerjaan yang telah Tuhan percayakan. Tujuan dari penelitian artikel ini adalah untuk menunjukkan bahwa seorang pelayan Allah harus memiliki prinsip, karena ladang pelayanan sering kali melekat dengan tantangan dan penderitaan. Dengan metode kualitatif sub-hermenutik: Eksegesis, artikel ini menemukan tiga prinsip pelayan Allah dalam kohesi gereja dan misi. Pertama, tabah dalam segala penderitaan. Kedua, hidup radikal dalam kebenaran. Ketiga, fokus pada kehidupan kekal. Paulus sebagai representasi pelayan Allah dalam kohesi gereja dan misi, mengingatkan bahwa para pelayan Allah harus memiliki pelayanan yang tidak hanya berfokus pada satu bagian saja (gereja atau misi), melainkan harus mewujudkan kohesi gereja dan misi kepada setiap orang yang dilayani.
Copyrights © 2023