Kesimpulan pertama, faktor penyebab sikap agresi dari oknum anggota perguruan pencak silat di wilayah Gresik adalah pada masalah personal, sosial, SDM dan kebudayaan. Persoalan personal bersumber pada fanatisme kelompok yang berlebih. Faktor SDM dikarenakan tingkat pendidikan yang rendah serta pengangguran. Faktor penyebab konflik berikutnya dikarenakan perbedaan tradisi dan budaya dalam memandang sejarah tradisi budaya yang masing-masing kelompok sebagai paling benar. Kesimpulan kedua, penyelesaian konflik yang melibatkan oknum pencak silat dapat dilaksanakan melalui pengembangan identitas sosial, penyehatan kondisi sosial serta mereduksi dominasi kelompok-kelompok pencak silat. Dalam pengembangan identitas sosial dilakukan dengan model perbedaan mutual dan persilangan kategori. Model perbedaan mutual konsep nyatanya adalah membentuk Paguyuban Kampung Pesilat.
Copyrights © 2023