Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan makna bahasa satire dalam meme unggahan Kaesang Pangarep serta mendeskripsikan implikasi hasil penelitian dalam pembelajaran di SMA. Kualitif deskriptif sengaja peneliti ambil karena dianggap paling cocok untuk penelitian bahasa kali ini, di mana nantinya dalam pengumpulan data akan digukan metode simak dengan mendokumentasi hasil observasi dan teknik lanjutan catat.Teknik analisis data menggunakan metode padan pilah unsur penentu serta dalam penyajian data menggunakan metode informal. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada 2 bentuk bahasa satire dalam meme unggahan Kaesang Pangarep di mana 15 data berbentuk satire horotain dan 5 data berbentuk satire juvenalian. Data yang dianalisis bentuk tandanya berdasarkan teori Peirce yang memiliki 13 data berupa rhematic indenxical sinsign, 2 data berupa disent sinsign, 1 data berupa rhematic indenxical legisign, 2 data berupa rhematic symbol, dan 2 data berbentuk argument. Hasil analisis data di atas disesuaikan dengan teori Charles Peirce yang membagi bentuk tanda bahasa dalam ilmu semiotikan menjadi 10 bagian. Hasil dari penelitian ini dapat diimplikasikan pada materi ajar di SMA kelas X yaitu pada materi semester satu bab 2 ‘ mengkritik dengan senyuman’.
Copyrights © 2023