Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan fenomena Living Quran pada kaligrafi Al-Quran sebagai filosofi masjid. Dalam penelitian ini adalah folosofi kaligrafi masjid Sunan Kalijaga Yogyakarta. Hal ini menarik untuk di dalami karena Al-Quran pada dasarnya tidak muncul dalam lingkungan yang pasif serta konteks yang kaku. Untuk mendalami kejadian tersebut, penulis menggunkan pendekatan teori fenomenologi dua motif yaitu because motive dan in-order-to-motive yang dikembangkan oleh Alfred Schutz. Penelitian ini menyimpulkan bahwa filosofi kaligrafi Al-Quran di Masjid Sunan kalijaga memiliki dua motif. Pertama, because motive yaitu adanya lingkungan dan suasana masjid yang kurang sejuk dan asri maka dari adanya kaligrafi ditujukan untuk dapat memberikan ketenangan dan ketentraman kepada masjid dan jamaah masjid ketika ibadah di dalam masjid. Kedua, in-order-to motive yaitu sebagai media dakwah dan pelajaran bagi para jamaah masjid untk selalu berpikir dan meresapi apa yang terkandung dalam ayat-ayat Al-Quran. Dengan demikian, filosofi kaligrafi Al-Quran disuatu masjid bukan hanya sebagai hiasan atau pajangan saja, melainkan dalam kaligrafi tersebut mengandung makna dan filosofi terdalam yang dalam hal ini untuk memperkokoh terhadap ensensi dan eksistensi masjid yang hidup di dalam lingkungan masyarakat terpelajar.
Copyrights © 2023