Presbiopia merupakan rabun dekat usia lanjut dimana perubahan fisiologis yang terjadi pada usia ≥40 tahun, penurunan tajam pengelihatan dimana daya akomodasi berkurang kondisi mata yang kehilangan kemampuan fokus secara bertahap untuk melihat objek pada jarak dekat atau membaca berkurang. Presbiopi juga merupakan salah satu hal yang akan dirasakan manusia sebagai bagian dari proses penuaan tubuh secara aami. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis pemeriksaan refraksi subyektif pada penderita presbyopia. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif metode yang lebih menekankan pada aspek pengukuran terhadap fenomena social. Desain penelitain yang digunakan adalah desain cross sectional. Sampel dalam penelitian ini sebesar 117 responden Usia 30 sampai 61 tahun. Hasil penelitian menunjukkan jumlah penderita gangguan penglihatan sebesar 51.3% penderita presbyopia berdasarkan jenis kelamin (p=0.040; OR adjusted 0.454; 95% CI=0.212-0.972), dengan status myopia (p=0.021: OR adjusted 2.955; 95% CI=1.112-7.851), dengan status astigmatismus (p=0.026; OR adjusted 2.955; 95% CI=1.112-7851). Simpulan gangguan penglihatn presbyopia banyak dialami penderita dengan status refraksi myopia yang berjenis kelamin perempuan dengan usia diatas 40 tahun. Penderita presbyopia setiap 2 tahun sekali melakukan pemeriksaan refraksi subyektif karena ukuran kaca mata baca akan bertambah 0.25.
Copyrights © 2023