Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Analysis of Stunting Phenomenon in Sragen Regency During The COVID-19 Pandemic from Economic Perspective Sri Wulandari Setiyanto; Sri Suparti
Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol. 18 No. 1: MARCH 2022
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.565 KB) | DOI: 10.30597/mkmi.v18i1.18341

Abstract

The COVID-19 pandemic has hit all countries in the world including Indonesia. To prevent the spread of the virus, the PSBB and PPKM policies have been implemented and these policies have crippled economic activities which have an economy impact and food security. The purpose of this study was to analyze the effect of economic and food security during the COVID-19 pandemic on toddler stunting status including 1) knowing the relation of economy on food security, 2) knowing the effect of economic and food security. on toddler stunting. This research is an observational study with a cross-sectional design. The data in this study were data on children under five years old years old, family economic status, and family food security status. The population of this study was toddlers aged 0-5 in Sragen Regency in 2020. The sampling technique is cluster sampling. Data analysis used the Spearman correlation technique and binary logistic regression. The results of the study are 1) Economic status is related to food security (r = 0.637, p-value = 0.000), 2) Economic status affects stunting of children under five years old years old (B = 1.460; p-value = 0.006; OR = 4,307), 3) Food security affects the stunting of children under five years old years old (B = 5.028; p-value = 0.000; OR=152,660). Economic and food security affect toddler stunting in Sragen Regency during the COVID-19 pandemic. The incidence of stunting is still common in Indonesia, further research can be carried out to analyze other factors that influence stunting according to the conditions of the toddler area.
ANALISIS KEAKURATAN KODE DIAGNOSIS PENYAKIT TUBERKULOSIS PARU PASIEN RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT KARANGGEDE SISMA MEDIKA Galuh Nugrahaning Budi, Galuh; Sri Suparti; Wahyu Wijaya Widiyanto
Journal Health Information Management Indonesian (JHIMI) Vol. 1 No. 2 (2022): Agustus (Journal Health Information Management Indonesian)
Publisher : Sekretariat Program Studi Sarjana Terapan Manajemen Informasi Kesehatan Politeknik Indonusa Surakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46808/jhimi.v2i1.21

Abstract

Rumah Sakit Karanggede  Sisma Medika merupakan rumah sakit tipe D non pendidikan yang telah menggunakan ICD-10 sebagai pedoman koding, di rumah sakit tersebut belum pernah diadakan penelitian mengenai analisis keakuratan kode diagnosis penyakit Tuberkulosis Paru pasien BPJS tahun 2022. Berdasarkan survey pendahuluan terhadap 10 DRM rawat inap, peneliti melakukan observasi mendapatkan 40% kode akurat dimana 60% DRM diantaranya penulisan diagnosisnya tidak akurat. Penelitian ini mengunakan metode observasi dengan pendekatan retrospektif dan jenis penelitian deskriptif, sedangkan populasi dari penelitian ini adalah 100 berkas rekam medis rawat inap pasien BPJS pada kasus Tuberkulosis Paru periode triwulan IV (Oktober-Desember) tahun 2021 sehingga diperoleh sampel sebanyak 50 berkas yang diambil dengan menggunakan teknik random sampling. Hasil pengamatan jumlah keakuratan kode diagnosis utama yang akurat pada dokumen rekam medis pasien BPJS kasus Tuberkulosis Paru sebanyak 66% sedangkan sebanyak 34% tidak akurat pada dokumen rekam medis BPJS kasus Tuberkulosis Paru. Kelengkapan berkas rekam medis yang lengkap sebanyak 32 berkas rekam medis dan yang tidak lengkap sebanyak 18 berkas rekam medis. Sedangkan dari 9 langkah SOP dalam koding ditemukan bahwa ada 5  langkah pengkodean yang tidak di patuhi  oleh petugas koding . Penelitian ini menyimpulkan bahwa keakuratan pengkodean penyakit tidak hanya dipengaruhi oleh kelengkapan berkas rekam medis, tetapi juga oleh keakuratan petugas koding, ketersediaan SOP, dan faktor lain yang mempengaruhi tindakan petugas koding. Carilah informasi ketika dia menemukan diagnosis. Keynote tidak akurat dan perlu menambah pengetahuan para coders dengan mengikuti kursus pelatihan coding ICD-10. Direkomendasikan bahwa pengkodean khusus perlu ditinjau dan pengetahuan petugas pengkodean dapat ditingkatkan dengan mengikuti pelatihan pengkodean. Selain itu, coders harus lebih agresif dan teliti dalam mencari informasi dengan menganalisis rekam medis lainnya. Kata Kunci: Keakuratan Kode Diagnosis,  Kelengkapan DRM, Tuberkulosis Paru
ANALISIS FENOMENA PENURUNAN TAJAM PENGELIHATAN PASIEN RAWAT JALAN DENGAN PEMERIKSAAN SUBYEKTIF Sri Suparti; Vera Dwi Rohmani
Jurnal Infokes Vol 13 No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/infokes.v13i2.3120

Abstract

Presbiopia merupakan rabun dekat usia lanjut dimana perubahan fisiologis yang terjadi pada usia ≥40 tahun, penurunan tajam pengelihatan dimana daya akomodasi berkurang kondisi mata yang kehilangan kemampuan fokus secara bertahap untuk melihat objek pada jarak dekat atau membaca berkurang. Presbiopi juga merupakan salah satu hal yang akan dirasakan manusia sebagai bagian dari proses penuaan tubuh secara aami. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis pemeriksaan refraksi subyektif pada penderita presbyopia. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif metode yang lebih menekankan pada aspek pengukuran terhadap fenomena social. Desain penelitain yang digunakan adalah desain cross sectional. Sampel dalam penelitian ini sebesar 117 responden Usia 30 sampai 61 tahun. Hasil penelitian menunjukkan jumlah penderita gangguan penglihatan sebesar 51.3% penderita presbyopia berdasarkan jenis kelamin (p=0.040; OR adjusted 0.454; 95% CI=0.212-0.972), dengan status myopia (p=0.021: OR adjusted 2.955; 95% CI=1.112-7.851), dengan status astigmatismus (p=0.026; OR adjusted 2.955; 95% CI=1.112-7851). Simpulan gangguan penglihatn presbyopia banyak dialami penderita dengan status refraksi myopia yang berjenis kelamin perempuan dengan usia diatas 40 tahun. Penderita presbyopia setiap 2 tahun sekali melakukan pemeriksaan refraksi subyektif karena ukuran kaca mata baca akan bertambah 0.25.
Penyusunan Desain, Perhitungan Kebutuhan dan Tata Letak Rak Filing Rekam Medis di RSU Assalam Gemolong Subagyo, Muhammad Zulfa Reffi; Wulandari, Sri; Suparti, Sri
Journal Health Information Management Indonesian (JHIMI) Vol. 1 No. 1 (2022): April (Journal Health Information Management Indonesian)
Publisher : Sekretariat Program Studi Sarjana Terapan Manajemen Informasi Kesehatan Politeknik Indonusa Surakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46808/jhimi.v1i1.4

Abstract

Ruang filing merupakan tempat yang digunakan untuk melindungi kerahasiaan rekam medis. Maka ruang ini harus direncanakan secara matang. Dimulai dari desain rak filing yang ergonomis kemudian luas ruangan yang mampu menampung kebutuhan rak filing dengan tatak letak yang ergonomis. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk membuat desain rak, perhitungan kebutuhan dan tata letak rak filing rekam medis di RSU Assalam Gemolong. Penelitian ini bersifat deskriptif. Keseluruhan populasi dari penelitian ini adalah petugas filing sebanyak 3 orang dan rekam medis sebanyak 281.640. Pengambilan sampel untuk petugas secara jenuh sedangkan untuk rekam medis menggunakan systematic random sampling. Hasil penelitian yang dilakukan menyatakan bahwa RSU Assalam Gemolong memiliki 14 rak dengan spesifikasi 270 cm x 220 cm x 56 cm. Rak yang digunakan adalah rak kayu dengan tipe terbuka. Rak tersebut disimpan di 2 ruang filing dengan desain split level dengan masing-masing luasnya adalah panjang 6 m x 5 m. Hasil perhitungan anthropometry didapatkan ukuran yang ideal sebagai berikut, 204 cm x 163 cm x 33 cm. Perhitungan prediksi kebutuhan rak filing berdasarkan desain yang sudah dibuat maka pada tahun 2024 adalah sebanyak 19 unit. Sedangkan ukuran ruangan yang dibutuhkan adalah 11,02 m x 5,58 m. Kesimpulan kebutuhan ruang filing pada 2024 perlu disiapkan dari sekarang. Mulai dari desain yang sesuai dengan anthropometry petugas yakni 204 cm x 163 cm x 33 cm. Berdasarkan ukuran rak tersebut maka pada 2024 perlu ditambahkan 5 rak. Ukuran ruangan juga perlu dilakukan penambahan menjadi 11,02 m x 5,58 m agar tata letak rak menjadi ergonomis.
Analisis Faktor Penyebab Terjadinya Missfile Di Ruang Filing Rumah Sakit Umum Assalam Gemolong Dhimas Permana Putra; Sri Suparti; Wahyu Wijaya Widiyanto
Journal Health Information Management Indonesian (JHIMI) Vol. 1 No. 3 (2022): Desember (Journal Health Information Management Indonesian)
Publisher : Sekretariat Program Studi Sarjana Terapan Manajemen Informasi Kesehatan Politeknik Indonusa Surakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46808/jhimi.v3i1.29

Abstract

Filling adalah suatu tempat untuk menyimpan berkas rekam medis pasien rawat jalan dan rawat inap dan merupakan salah satu unit rekam medis yang bertanggung jawab dalam penyimpanan dan pengembalian kembali dokumen rekam medis. Masalah yang sering terjadi di bagian penyimpanan adalah kesalahan letak (missfile) berkas rekam medis saat mengembalikan ke rak penyimpanan. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui faktor – faktor terjadinya missfile dokumen rekam medis pada bagian ruang penyimpanan. Jenis penelitian ini menggunakan observasional deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi dan wawancara. Analisis data penelitian ini menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan faktor yang menyebabkan terjadinya missfile dari pengetahuan kerja yang buruk 33% dan beban kerja yang berat 100%. Hal ini disebabkan pengetahuan petugas rendah dikarenakan tingkat pendidikan petugas bukan lulusan Rekam Medis dan petugas belum mempunyai job disk khusus di ruang filing sehingga petugas masih merangkap pekerjaan di unit pendaftaran. Sebaiknya petugas dengan pengetahuan yang kurang baik dapat mengikuti pelatihan atau seminar kerja dan petugas dibuatkan job disk dan jadwal pekerjaannya di ruang filing agar petugas tidak merangkap pekerjaan di unit lain.
Analisis Efisiensi Pelayanan Pasien Rawat Inap di RSU Assalam Gemolong Sragen Arumawati, Arachis; Sri Suparti; Wahyu Wijaya Widiyanto
Journal Health Information Management Indonesian (JHIMI) Vol. 1 No. 2 (2022): Agustus (Journal Health Information Management Indonesian)
Publisher : Sekretariat Program Studi Sarjana Terapan Manajemen Informasi Kesehatan Politeknik Indonusa Surakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46808/jhimi.v2i1.30

Abstract

Tingkat efisiensi pelayanan pasien rawat inap di RSU Assalam Gemolong yang diukur berdasarkan empat indikator belum efisien. Berdasarkan data sekunder pada tahun 2018-2020 angka BOR adalah 53,0%, 60,07%, 30%. LOS dari 2018-2020 selalu stabil yaitu 3 hari. TOI adalah 2, 2, 6 (hari). BTO 76, 85, 43 (kali). BOR dari tahun 2018-2020 rendah sehingga belum memenuhi standar ideal menurut Barber-Johnson. Angka TOI tahun 2020 tinggi dan belum memenuhi standar ideal menurut Barber-Johnson. Tujuan dari penelitian yaitu untuk mengetahui tingkat efisiensi pelayanan pasien rawat inap dan rekomendasi bagi Rumah Sakit Umum Assalam Gemolong Sragen. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah rekapitulasi sensus harian rawat inap di RSU Assalam Gemolong Sragen pada tahun 2018-2021. Cara pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil perhitungan pada tahun 2021 nilai BOR adalah 25,12%, nilai LOS 2,88 hari, nilai TOI 7,62 hari dan nilai BTO 35,88 kali. 6. Berdasarkan grafik Barber-Johnson titik temu keempat indikator rawat inap pada tahun 2021 berada pada koordinat (7,61;2,55) maka masih jauh dengan daerah efisiensi, sehingga dapat dikatakan bahwa pelayanan pasien rawat inap berdasarkan empat indikator belum efisien. Sebaiknya perlu meningkatkan promosi rumah sakit melalui media sosial berupa instagram, banner, leaflet dan pengabdian kepada masyarakat.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR DETERMINAN NILAI BOR (BED OCCUPANCY RATE) DI RSAU DR SISWANTO Kalyanita; Sri Suparti; Sinta Novratilova
Journal Health Information Management Indonesian (JHIMI) Vol. 1 No. 2 (2022): Agustus (Journal Health Information Management Indonesian)
Publisher : Sekretariat Program Studi Sarjana Terapan Manajemen Informasi Kesehatan Politeknik Indonusa Surakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46808/jhimi.v2i1.35

Abstract

Salah satu penilaian efisiensi pelayanan rawat inap ialah perhitungan Bed Occupancy Rate (BOR). Capaian nilai BOR di RSAU dr Siswanto pada tahun 2021 sebesar 60,82%. Kodisi ini disebabkan oleh rendahnya jumlah pasien rawat inap sehingga berpengaruh terhadap nilai BOR. Tujuan dari riset ini untuk menganalisis faktor-faktor pemicu capaian nilai BOR di RSAU dr Siswanto. Jenis penelitian yang digunakan dalam riset studi ini adalah kualitatif dengan metode analisis deskriptif yang dilakukan di RSAU dr Siswanto pada bulan Maret - Mei 2022. Teknik pengumpulan data dengan metode wawancara, observasi dan dokumentasi yang melibatkan pasien, petugas pelaporan serta kepala rekam medis. Hasil penelitian menunjukan bahwa capaian nilai BOR rawat inap di RSAU dr Siswanto pada tahun 2021 belum sesuai standar Barber Johnson yaitu 75-85%. Faktor penyebab capaian nilai BOR di RSAU dr Siswanto adalah persepsi umum pasien bahwa RSAU dikhususkan untuk aparat TNI, pelayanan petugas kesehatan, fasilitas rumah sakit, dan adanya pasien yang dirujuk. Solusi untuk mengatasi masalah tersebut dengan cara peningkatan upaya promosi melalui media sosial, website rumah sakit serta perencanaan program-program kegiatan diluar rumah sakit (pemeriksaan gratis, penyuluhan kesehatan, bakti sosial), serta memperbaiki fasilitas dan pelayanan sehingga RSAU dr Siswanto dapat menjadi rumah sakit pilihan utama.
Analisis Kepuasan Pasien Rawat Jalan Ditinjau Dari Aspek Mutu Pelayanan Pada Bagian Pendaftaran Di RSU Mulia Hati Wonogiri Siti Maisarah; Sri Suparti; Agustyarum Pradiska Budi
Journal Health Information Management Indonesian (JHIMI) Vol. 1 No. 3 (2022): Desember (Journal Health Information Management Indonesian)
Publisher : Sekretariat Program Studi Sarjana Terapan Manajemen Informasi Kesehatan Politeknik Indonusa Surakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46808/jhimi.v3i1.48

Abstract

Pelayanan kesehatan yang bermutu merupakan kebutuhan dasar yang setiap orang butuhkan, dari berbagai komponen yang saling terkait, saling tergantung, dan saling mempengaruhi satu sama lain.Kepuasan pasien merupakan alat ukur nilai mutu pelayanan kesehatan, karena itu pelayanan kesehatan ditinjau dari pelayanan yang sudah diberikan kepada pasien. Jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana analisis kepuasan pasien rawat jalan ditinjau dari aspek mutu pelayanan pada bagian pendaftaran di Rumah Sakit Umum Mulia Hati Wonogiri. Teknik pengumpulan data dengan kuesioner pasien rawat jalan. Analisis yang digunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji chi square. Sampel dalam penelitian ini pasien rawat jalan sebanyak 100 orang. Hasil Tingkat kepuasan berdasarkan karakteristik responden di dapatkkan paling tinggi suku jawa 99 orang (99%). Jenis kelamin perempuan sebanyak 73 orang (73%), rata-rata umur responden 26-35 tahun sebanyak 22 orang (22%).Tingkat kepuasan secara umum responden berpendapat puas sebanyak 77 orang (76,5%) dan responden berharap puas sebanyak 100 orang (100%). Dimensi paling tinggi kehandalan sebanyak puas 79 orang (79%). Dimensi paling rendah atribut 2 bukti fisik sebanyak 63 orang (63%). Responden menyatakan ruang tunggu dan kamar mandi rawat jalan masih kurang bersih. Dari 5 dimensi mutu dengan uji bivariat didapatkan p value 0,03 yang berarti berhubungan dengan kepuasan pasien rawat jalan dibagian pendaftaran.
Analisis Manajemen Penyebab Keterlambatan Pemusnahan Berkas Rekam Medis Inaktif Di Rumah Sakit Panti Waluyo Surakarta IVANA SITA DEWI; Sri Suparti; Agustyarum Pradiska Budi
Journal Health Information Management Indonesian (JHIMI) Vol. 1 No. 3 (2022): Desember (Journal Health Information Management Indonesian)
Publisher : Sekretariat Program Studi Sarjana Terapan Manajemen Informasi Kesehatan Politeknik Indonusa Surakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46808/jhimi.v3i1.60

Abstract

Berkas rekam medis dikatakan aktif jika tanggal pulang atau tanggal kunjungan terakhir masih dalam jangka waktu tiga sampai lima tahun dari tanggal sekarang. Berkas rekam medis in-aktif pula akan dimusnahkan bila pasien dengan nomor rekam medis tertentu tidak datang untuk berobat dalam waktu 5 tahun sejak tanggal kunjungan terakhir. Rumah Sakit Panti Waluyo Surakarta dalam pelaksanaan pemusnahan berkas rekam medis terakhir dilaksanakan pada tahun 2020. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui faktor-faktor penyebab keterlambatan pemusnahan berkas rekam medis inaktif. Jenis penelitian yang dilakukan ini adalah kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa pelaksanaan retensi belum sesuai dengan SOP. Faktor man yang menyebabkan keterlambatan pemusnahan rekam medis inaktif adalah kurangnya jumlah petugas filing dan belum adanya pelatihan tentang pemusnahan rekam medis. Faktor method yang menyebabkan keterlambatan pemusnahan adalah belum adanya jadwal retensi. Faktor material yang menyebabkan keterlambatan pemusnahan adalah kurangnya rak penyimpanan dokumen inaktif dan ruangan dokumen inaktif yang belum memadai. Faktor machine yang menyebabkan keterlambatan pemusnahan adalah belum adanya alat scanner. Faktor money yang menyebabkan keterlambatan pemusnahan adalah tidak ada anggaran khusus untuk pembelian alat scanner. Kata Kunci : Rekam Medis, Pemusnahan, Faktor 5M
Analisis Aspek Ergonomi Ruang Filing Berdasarkan Antropometri Petugas Di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Surakarta Rahmalia, Sekar Arum; Suparti, Sri
Journal Health Information Management Indonesian (JHIMI) Vol. 2 No. 2 (2023): Agustus (Journal Health Information Management Indonesian)
Publisher : Sekretariat Program Studi Sarjana Terapan Manajemen Informasi Kesehatan Politeknik Indonusa Surakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerapan ergonomi di lingkungan kerja sangat penting untuk menunjang sistem kerjapetugas rekam medis sehingga dapat bekerja dengan baik dan optimal. Setiap rumah sakit memilikipermasalahan terkait ruang filing. Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Surakarta memiliki beberapapermasalahan pada kondisi ruang filing¸ yaitu ukuran rak filing¸ jarak antar rak, ukuran meja dan kursikerja yang tidak sesuai dengan antropometri petugas filing. Tujuan penelitian ini adalah untukmenganalisis aspek ergonomi ruang filing berdasarkan antropometri petugas di Rumah Sakit PKUMuhammadiyah Surakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif.Teknik pengumpulan data dengan cara observasi dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkanbahwa ukuran rak filing, jarak antar rak, ukuran meja dan kursi kerja petugas filing di Rumah SakitPKU Muhammadiyah Surakarta belum sesuai dengan antropometri petugas. Kesimpulan daripenelitian ini adalah ruang filing di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Surakarta belum ergonomis.Sebaiknya perlu memperhatikan tinggi, jarak antar rak, ukuran meja dan kursi kerja petugasdisesuaikan dengan antropometri petugas, supaya pergerakan petugas di ruang filing rekam medislebih efektif dan efisien. Selain itu juga mengurangi resiko kelelahan dan penyakit akibat kerja