Peserta didik kelas III masih belum bisa memahami bagaimana konsep perkalian yang benar dan cara memecahkan soal atau menentukkan hasil kali dua bilangan dengan tepat karena peserta didik langsung disuruh menjawab soal tanpa ada penjelasan dan latihan berulang oleh guru. Akibatnya, hasil belajar peserta didik dalam pelajaran matematika materi perkalian menurun. Sehingga, metode drill merupakan metode yang cocok digunakan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Karena metode drill adalah metode pembelajaran dengan cara melatih peserta didik terus menerus secara bertahap tentang materi yang disampaikan oleh guru. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dua siklus dengan model Kemmis dan Tagart. Data dikumpulkan dengan teknik observasi, tes dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah data kuantitatif yang dihasilkan dari observasi pelaksanaan pembelajaran. Berdasarkan tujuan dan analisis dari kedua variabel yang telah diuraikan maka dapat disimpulkan bahwa hasil belajar pada kelas III SD Negeri 1 Lungbenda melalui penggunaan metode drill dalam pembelajaran matematika materi perkalian berada dalam kategori cukup. Hal ini berdasarkan penelitian diperoleh rata-rata hasil belajar sebesar 66,18 %.
Copyrights © 2021