Air kelapa tua merupakan sisa produksi santan kelapa yang seringkali dibuang atau tidak dimanfaatkan kembali dan berakhir menjadi limbah. Padahal, air kelapa tua mengandung zat pengatur tumbuh alami yang bermanfaat untuk meningkatkan pertumbuhan. Air kelapa mengandung hormon sitokinin, auksin serta giberelin. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh dari pemanfaatan limbah air kelapa tua sebagai sebagai zat pengatur tumbuh alami terhadap pertumbuhan sawi (Brassica juncea L.). Penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperimental dengan desain Rancangan Acak Lengap (RAL) satu faktor. Perlakuan yang digunakan adalah F0 (Kontrol/Tanpa air kelapa tua); F1 (Air kelapa tua 100 ml); F2(Air kelapa tua 150 ml); F3(Air kelapa tua 200 ml); F4(Air kelapa tua 250 ml); dan F5(Air kelapa tua 300 ml) dengan 3 parameter pengamatan, yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, dan luas daun. Data pertumbuhan sawi dari setiap parameter dianalisis dengan uji Anova dan Uji Beda Nyata Terkecil (Uji BNT). Hasil penelitian menyatakan bahwa perlakuan F5 pada pemanfaatan limbah air kelapa tua sebagai sebagai zat pengatur tumbuh alami terhadap pertumbuhan sawi (Brassica juncea L.) menunjukkan hasil tertinggi pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun, dan luas daun pada umur 6-9 minggu setelah tanam (MST).
Copyrights © 2023