Agama berperan penting sebagai pencetak watak dan moral dalam kehidupan manusia, juga sebagai pencetus sebuah pemikiran masyarakat. Agama hadir sebagai alat penghubung antara manusia dengan penciptanya dan al-Qur’an sebagai dasar landasannya. Artikel ini mengkaji tentang al-Qur’an sebagai objek kajian studi agama Islam dengan beberapa metode pendekatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka. Berdasar penelitian ditemukan bahwa dalam pendekatan normatif, agama merupakan dasar yang murni berasal dari Tuhan yang belum tercampur dengan nalar pikiran manusia. Di dalamnya mengkaji tekstual al-Qur’an yang menjelaskan arti norma dan pokok penting yang terkandung di dalamnya. Adapun pendekatan sosiologi itu lebih condong kepada kajian tentang kehidupan masyarakat, baik itu hubungan antar individu maupun hubungan secara berkelompok. Dalam pendekatan ini yang menjadi fokus utama adalah hubungan sosial masyarakat. Adapun untuk pendekatan antropologi itu merupakan kajian yang membahas tentang sejarah perkembangan manusia. Dimana budaya, ras dan bahasa menjadi titik berat kajian dalam pendekatan tersebut. Pendekatan sosiologi dan antropologi memiliki relasi pada kajian living Qur’an. Keduanya memiliki hubungan dalam konteks budaya dan sosial dalam melihat bagaimana masyarakat menyikapi dan merespon al-Qur’an dikehidupan mereka sehari-hari.
Copyrights © 2023