Masalah dalam penelitian ini adalah kemampuan peserta didik untuk berkomunikasi secara efektif dan membangun hubungan sosial dengan orang lain sangat minim. Hal ini merupakan esensi dari kecerdasan emosional. Dengan demikian, tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi kecerdasan emosional menurut Matius 5. Bagian ini diimplikasinya ke dalam Pendidikan Agama Kristen di era digital, karena kecerdasaan emosional merupakan salah satu esensi dari ajaran Tuhan Yesus dalam Matius 5 dan bagian ini masih jarang yang membahasnya secara khusus. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan mengunakan eksegese yaitu dengan menafsirkan ajaran Tuhan Yesus dalam Matius 5 secara khusus mengenai kecerdasan emosional dalam Matius 5. Hasilnya adalah kecerdasan emosional merupakan kemampuan seseorang untuk mengelola emosinya, sehingga ini merupakan dasar untuk berelasi dengan orang lain. Hal ini harus berakar pada Allah itu sendiri, yaitu melalui perjumpaan dengan Tuhan Yesus. Maka, Pendidikan Agama Kristen berfungsi sebagai strategi mengajarkan kecerdasan emosional, bahkan menjadi wadah atau tempat untuk melatih dan membimbing peserta didik.
Copyrights © 2023