Daun ungu merupakan salah satu tanaman yang banyak dimanfaatkan sebagai obat. Daun ungu diketahui memiliki kandungan metabolit sekunder seperti alkaloid, sitosterol, glikosida, saponin, steroid, senyawa fenolik, tanin, flavonoid seperti golongan antosianin dan leukoantosianin Selain mengandung flavonoid, daun ungu juga memiliki kandungan alkaloid dan karbohidrat. UntukMengetahui antioksida padadaun ungu dengan pelarut etanol menggunakan metode DPPH. Metode DPPH (1,1-difenil-2- pikrilhidrazil) adalah adanya atom hidrogen dari senyawa antioksidan yang berikatan dengan elektron bebas pada senyawa radikal sehingga menyebabkan perubahan dari radikal bebas (diphenylpicrylhydrazyl) menjadi senyawa non-radikal (diphenylpicrylhydrazine). Hasil penelitian diperoleh simplisia rajang 25,68 gram/ 0,856 gram dan hasil dari simplisia serbuk 1,79 gram/ 0,059 gram. skrining fitokimia dan didapatkan hasil positif pada senyawa golongan alkaloid (-) pada pengujian mayer, selain itu positif seperti pada flavonoid, saponin, triterpenoid steroid dan tanin. nilai Rf 0.45; 0.78; 0.98. Ektraksi menunjukkan nilai IC50 pada vitamin C yaitu 55 μg/mL dan pada daun daun ungu yaitu 119 μg/mL atau kedua sampel tersebut mempunyai antioksidan yang sangat kuat
Copyrights © 2023