Salah satu kegawatdaruratan di bidang urologi yaitu strangulasi penis. Kasus ini belum terpublikasi di jurnal Indonesia. Salah satu benda penyebab strangulasi berbahan non logam yaitu leher botol berbahan polyethylene terephthalate. Kejadian jarang ini telah dilaporkan dapat terjadi pada semua kelompok umur. Kami melaporkan sebuah laporan kasus pasien berusia tua (57 tahun). Penyebab paling sering pasien usia tua melakukan upaya yang berujung strangulasi penis yaitu dengan tujuan erotic dan autoerotic sehingga dapat mengalami ereksi berkepanjangan (priapismus) maupun adanya gangguan psikiatri. Jenis lesi pada pasien kami yaitu adanya vulnus laceratum tanpa adanya cedera pada uretra, edema pada corpus dan glans penis dan penurunan sensibilitas penis. Strangulasi pada pasien ini dibebaskan dengan cara memotong leher botol berbahan polyethylene terephthalate menggunakan tiga alat bagian dari surgical kit di ruang emergensi yaitu anatomy surgical forceps, scalpel dan bisturi. Tindakan memotong leher botol berbahan polyethylene terephthalate berlangsung selama 5-10 menit. Dilakukan pemasangan kateter dan observasi selama 6 jam utamanya untuk mengevaluasi penis dan uretra. Dilakukan konseling, edukasi dan informasi kepada keluarga tentang follow up pasien.Kata kunci: Strangulasi, Penis, Polyethylene Terephthalate
Copyrights © 2023