Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

TORSIO TESTIS UNILATERAL PADA UNDESENSUS TESTIS BILATERAL: LAPORAN KASUS Aron Pirade
Kieraha Medical Journal Vol 4, No 2 (2022): KIERAHA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/kmj.v4i2.5827

Abstract

Undesensus testis (UDT) didefinisikan sebagai ketiadaan testis pada kantong skrotum akibat dari kegagalan pada proses testis yang seharusnya turun dari rongga abdomen ke kantong skrotum. UDT meningkatkan resiko terjadinya torsio testis. Kasusnya terdeteksi pada 0,8-1% orang dewasa dan anak (≥1 tahun). Kami melaporkan sebuah laporan kasus torsio testis dextra pada laki-laki 23 tahun yang telah mengalami undesensus testis bilateral. Pasien datang dengan keluhan nyeri pada benjolan di regio inguinal dextra disertai tidak terabanya kedua testis pada skrotum. Dilakukan pemeriksaan ultrasound (US) yang menunjukkan adanya testis pada Canalis inguinalis. Diputuskan untuk dilakukan operasi bersifat emergensi. Intraoperasi, ditemukan testis mengalami torsio dan sudah terjadi nekrosis (berwarna kehitaman). Pasien diputuskan untuk dilakukan tindakan orchidectomy. Angka harapan testis viable kembali setelah mengalami torsio pada kasus UDT hanya 10%. Orchidectomy disarankan untuk dilakukan pada torsio testis non-viable (telah mengalami nekrosis). Konseling, informasi dan edukasi perlu dilakukan kepada pasien dan keluarga mengenai orchidectomy sebagai pilihan satu-satunya.
STRANGULASI PENIS AKIBAT LEHER BOTOL BERBAHAN POLYETHYLENE TEREPHTHALATE: LAPORAN KASUS Aron Pirade
Kieraha Medical Journal Vol 5, No 1 (2023): KIERAHA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/kmj.v5i1.6067

Abstract

Salah satu kegawatdaruratan di bidang urologi yaitu strangulasi penis. Kasus ini belum terpublikasi di jurnal Indonesia. Salah satu benda penyebab strangulasi berbahan non logam yaitu leher botol berbahan polyethylene terephthalate. Kejadian jarang ini telah dilaporkan dapat terjadi pada semua kelompok umur. Kami melaporkan sebuah laporan kasus pasien berusia tua (57 tahun). Penyebab paling sering pasien usia tua melakukan upaya yang berujung strangulasi penis yaitu dengan tujuan erotic dan autoerotic sehingga dapat mengalami ereksi berkepanjangan (priapismus) maupun adanya gangguan psikiatri. Jenis lesi pada pasien kami yaitu adanya vulnus laceratum tanpa adanya cedera pada uretra, edema pada corpus dan glans penis dan penurunan sensibilitas penis. Strangulasi pada pasien ini dibebaskan dengan cara memotong leher botol berbahan polyethylene terephthalate menggunakan tiga alat bagian dari surgical kit di ruang emergensi yaitu anatomy surgical forceps, scalpel dan bisturi. Tindakan memotong leher botol berbahan polyethylene terephthalate berlangsung selama 5-10 menit. Dilakukan pemasangan kateter dan observasi selama 6 jam utamanya untuk mengevaluasi penis dan uretra. Dilakukan konseling, edukasi dan informasi kepada keluarga tentang follow up pasien.Kata kunci: Strangulasi, Penis, Polyethylene Terephthalate