Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari dan menjelaskan standar ganda yang dianut masyarakat terhadap perempuan di ruang publik. Kajian ini menggunakan teori semiotika Charles Sanders Pierce untuk membuat teori segitiga makna, yang terdiri dari tiga elemen utama: tanda, objek, dan penafsir. Penelitian deskriptif ini menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stereotip menunjukkan bahwa stigma masih ada di masyarakat, menciptakan “standar” yang dianggap “norma” tindakan manusia, meskipun ada beberapa standar yang tidak relevan dengan keadaan sebenarnya. Ini sering terjadi pada wanita, yang sering disebut sebagai "standar ganda". "Standar ganda" adalah ketika prinsip yang berbeda diterapkan pada keadaan yang pada dasarnya sama. Akibatnya, perempuan bekerja masih dipandang negatif di masyarakat. Bekerja di luar rumah seringkali dikritik, terutama bagi perempuan yang sudah menikah dan memiliki anak. Bias gender dan diskriminasi gender seperti standar ganda dan ketidaksetaraan gender. Jenis kelamin masih dipatuhi secara umum, dan ada perbedaan yang jelas antara laki-laki dan perempuan dalam hal pekerjaan yang harus mereka selesaikan.
Copyrights © 2023