Industri halal fashion merupakan salah satu sektor yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan di Indonesia. Tren fashion batik dapat digunakan menjadi produk halal fashion yang membawa ciri khas Indonesia. Batik Tanjung Bumi merupakan salah satu batik dengan keunikan motif dan warnanya. Batik ini dapat dikembangkan menjadi produk halal fashion yang banyak diminati oleh masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran umum batik Tanjung Bumi dan mengetahui prioritas alternatif strategi batik Tanjung Bumi dengan memperhatikan kriteria halal guna mendukung industri halal fashion di Indonesia. Metode yang digunakan adalah Analytical Hierarchy Process (AHP) dengan bantuan software expert choice 2000. Analisis pemilihan strategi pengembangan produk ini menggunakan lima kriteria yaitu proses produksi, pemasaran, sumber daya manusia, teknologi dan sistem jaminan halal.  Hasil analisis yang dilakukan yaitu proses produksi menjadi prioritas kriteria dalam pengembangan produk batik Tanjung Bumi dan prioritas sasaran strateginya adalah peningkatan pengetahuan dan keterampilan terkait halal fashion. Empat alternatif strategi pengembangan batik dengan prioritas tertinggi adalah meningkatkan inovasi produk halal fashion, melakukan pengendalian mutu produk halal, pelatihan dan pendampingan UMKM, dan diversifikasi produk batik ke dalam produk halal fashion. Saran yang dapat diberikan yaitu industri batik dapat meningkatkan inovasi dari segi motif, penataan warna dan melakukan pengendalian mutu. The halal fashion industry is a sector that has great potential to be developed in Indonesia. Batik fashion trends can be used as halal fashion products that carry Indonesian characteristics. Tanjung Bumi Batik is one of the batiks with unique motifs and colors. This batik can be developed into a halal fashion product that is in great demand by the public. The purpose of this study was to find out the general description of Tanjung Bumi batik and to find out the priority of alternative Tanjung Bumi batik strategies by taking into account the halal criteria to support the halal fashion industry in Indonesia. The method used is the Analytical Hierarchy Process (AHP) with the help of expert choice 2000 software. The analysis of selecting this product development strategy using five criteria, namely production process, marketing, human resources, technology, and a halal assurance system. The results of the analysis carried out are that the production process is a priority criterion in developing Tanjung Bumi batik products and the priority target strategy is increasing knowledge and skills related to halal fashion. Four alternative strategies for developing batik with the highest priority are increasing innovation in halal fashion products, controlling the quality of halal products, training and mentoring MSMEs, and diversifying batik products into halal fashion products. Suggestions that can be given are that the batik industry can increase innovation in terms of motifs, color arrangement, and quality control.
Copyrights © 2023