Durasi latihan atlet esports yang lama dengan posisi yang tidak ergonomis merupakan permasalahan pada upper crossed syndrome yang dapat mengubah postur kepala, yang akan mengakibatkan penurunan lordosis pada cervical dari lower cervical vertebrae dan akan membuat sebuah kurva posterior di upper thoraic vertebrae untuk menjaga keseimbangan tubuh, dan bisa membebani otot upper trapezius terus-menerus dan bisa menimbulkan spasme otot upper trapezius. Pada penelitian ini FHP diukur menggunakan goniometer pada craniovertebral angle (CVA), dan pengukuran spasme dilakukan dengan palpasi oleh fisioterapis. Penelitian mempunyai tujuan agar diketahuinya hubungan FHP dengan kejadian spasme otot upper trapezius pada atlet esports di kota Makassar. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dan pengambilan sampel dengan metode purposive sampling dengan jumlah sampel empat puluh tiga (n=41) dengan pembagian 4 tim esports di kota Makassar. Data yang diperoleh berupa derajat FHP, dan spasme otot upper trapezius. Data diperoleh dari pengukuran dan pemeriksaan kepada para atlet esports. Penelitian ini memperoleh hasil FHP dengan spasme otot upper trapezius signifikansi (p) sebesar 0,981 (p>0,05).
Copyrights © 2023