Tujuan penelitian ini adalah untuk Mengetahui pesan moral yang digambarkan pada film Layangan putus. Rumusan masalah dalam peneitian ini yaitu apa saja pesan moral tentang sikap orang tua pasca perselingkuhan kepada anak yang digambarkan pada series Layangan Putus. Didalam penelitian ini metode yang dipakai adalah metode kualitatif deskrpitif dengan metode analisis semiotika model Rolan Barthes. Peneliti mengunakan 3 teknik analisis data yaitu Pengumpulan Data, Penyajian Data dan Penarikan kesimpulan. Hasil penelitian dari film layangan putus mengandung makna denotasi dan konotasi dimana Makna Denotasi yang terkandungadalah perlu kesadaran seseorang yang telah berstatus menika untuk menjaga keharmonisan hubungan suami istri menjaga perasaan orang yang dicintai, berikut ketika menghadapi permasalahan jangan melibatkan orang ke tiga. Karena dapat menciptakan gangguan keharmonisan dalam rumah tangga selanjutnya setiap hubungan harus di bangun dengan sikap saling percaya dan makna konotasi yang terkandung dalam film layangan putus adalah Pernikahan bukan sekedar tentang cinta, tapi sebuah komitmen, lepaskan sesuatu yang dicintai jika itu adalah jalan terbaik, dan tidak melanjutkan apa yang salah, orang tua yang baik tidak akan menunjukkan rasa marah kepada pasangan di depan anaknya, ibu adalah sosok orang yang selalu ada dalam keadaan suka maupunduka
Copyrights © 2023