SMK Methodist Tanjung Morawa telah mengintegrasikan pembelajaran algoritme dalam kurikulum mereka. Akan tetapi pembelajaran algoritme yang dilakukan sebelum pengabdian ini dilakukan, masih sebatas menggunakan flowchart. Hal ini membuat siswa belum memiliki pengalaman untuk bagaimana mengimplementasi algoritme dalam pemrograman. Kurangnya pengalaman ini memotivasi SMK Methodist Tanjung Morawa bekerja sama dengan dosen Universitas Mikroskil untuk menyelenggarakan pengabdian kepada Masyarakat dalam bentuk pelatihan implementasi algoritme ke dalam pemrograman. Mereka memilih bahasa pemrograman Python karena strukturnya sederhana dan sintaksisnya lebih mudah dibanding bahasa lain. Adapun kegiatan ini dilakukan di Lab Komputer Universitas Mikroskil selama 2 hari, yang meliputi kegiatan Pre Test, pemaparan teori, latihan, diskusi, dan Post Test. Pre Test dan Post Test dilakukan menggunakan quizzizz untuk sebagai media interaktif untuk meningkatkan semangat siswa dalam mengerjakan test. Hasil pengabdian kepada masyarakat ini menunjukkan penurunan dari 44% di Pre Test menjadi 37% di Post Test, yang dimungkin karena kurangnya partisipasi siswa di kelas XI saat Post Test. Selain itu juga, siswa masih menghadapi kendala dalam memahami materi pemrograman Python karena merupakan pengalaman baru dari siswa pelatihan. Proses pembelajaran pemrograman memerlukan latihan dan waktu tambahan untuk memahami materi. Dengan demikian, pelatihan ini adalah langkah awal penting dalam memperkenalkan siswa pada dunia pemrograman
Copyrights © 2023