Kecamatan Gunung Tujuh merupakan sentra penanaman kentang tebesar di Kabupaten Kerinci, namun dari segi produksinya cenderung berfluktuasi. Hal ini disebabkan oleh penggunaan input yang diduga belum efektif dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mendeskripsikan gambaran umum usahatani kentang varietas cipanas (2) Menganalisis pengaruh penggunaan faktor produksi luas lahan, bibit, pupuk phonska, pupuk SP 36, pupuk NPK, fungisida, herbisida, insektisida dan tenaga kerja terhadap produksi usahatani kentang varietas cipanas (3) Menganalisis tingkat efisiensi teknis penggunaan faktor produksi pada usahatani kentang varietas cipanas. Jumlah responden sebanyak 42 petani. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan Stochastic Frontier Analisis dengan metode MLE (Maximum Likelihood Estimation). Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Kegiatan usahatani di daerah penelitian meliputi: kegiatan pemilihan bibit, persiapan lahan dan pemupukan, penanaman, pemupukan, penyemprotan dan panen (2) Penggunaan faktor produksi luas lahan, bibit, pupuk phonska, pupuk SP 36, pupuk NPK, insektisida, herbisida dan tenaga kerja berpengaruh nyata terhadap produksi usahatani kentang varietas cipanas, sedangkan fungisida tidak berpengaruh nyata terhadap produksi usahatani kentang varietas cipanas. 3) Usahatani kentang varietas cipanas sudah efisien secara teknis.
Copyrights © 2023