Minyak jelantah adalah minyak yang telah digunakan lebih dari satu kali untuk menggoreng makanan. Konsumsi minyak jelantah sebagai sumber makanan yang digoreng memiliki efek karsinogenik bagi kesehatan manusia karena perubahan struktur molekul minyak yang disebabkan oleh suhu tinggi selama proses penggorengan. Selain itu, pembuangan minyak jelantah ke saluran air, sungai, dan tanah menyebabkan pencemaran lingkungan. Program pengabdian kepada msyarakat ini bertujuan untuk memberikan kesadaran, paparan dan pelatihan kepada 50 peserta yang merupakan ibu-ibu PKK RT 01 RW 02 Kelurahan Merjosari, Malang untuk mendaur ulang minyak goreng bekas menjadi produksi sabun di rumah atau bisnis mereka. Pendekatan ini mencakup identifikasi masyarakat dan lokasi pelatihan, persiapan sosialisasi dan demonstrasi, pelatihan interaktif, dan pemantauan hasil. Pembuatan sabun disederhanakan agar sesuai dengan latar belakang pengetahuan dan fasilitas rumah masyarakat. Kualitas produksi sabun dioptimalkan dengan menggunakan formulasi yang berbeda dan menganalisis kadar air, aroma, pH, dan sifat fisik sabun. Limbah minyak jelantah diolah dengan bubuk tepung jagung, diikuti dengan penambahan larutan alkali sampai larutan menjadi sedikit kental. Analisis statistik menunjukkan bahwa 98,8% dari peserta mendapatkan manfaat dari program transfer pengetahuan, meningkatkan kesadaran mereka dan menerima dampak positif yang diukur melalui diskusi kelompok terarah menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah kegiatan. Pengabdian masyarakat ini tidak hanya meningkatkan kesadaran akan pentingnya mendaur ulang minyak jelantah, tetapi juga potensi untuk menghasilkan pendapatan baru melalui bisnis pembuatan sabun dari minyak jelantah, sehingga dapat meningkatkan perekonomian Masyarakat.
Copyrights © 2023