Desa Tanjung Belit Selatan terkategori sebagai desa sangat tertinggal berdasarkan status Indeks Desa Membangun (IDM) Tahun 2022. Terdapat fenomena ketimpang gender, di mana kaum perempuan kurang mendapatkan kesempatan yang sama untuk turut berperan dalam sektor publik dan menciptakan lapangan pekerjaan. Kaum perempuan Desa Tanjung Belit Selatan kesehariannya disibukkan dengan aktivitas domestik dan kurang memiliki keterampilan dalam penciptaan lapangan usaha. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian ini adalah metode PRA (Participatory Rurral Appraisal) melalui kerja sama dengan pemerintah desa, LSM, BPD dan Pokdarwis. Mitra sasaran pengabdian difokuskan pada kelompok ibu-ibu dan Kelompok Pemuda dengan pendekatan inovatif dan partisipatif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pengarusutamaan gender dapat terjadi di Desa Tanjung Belit Selatan. Dengan memanfaatkan potensi desa yang dimiliki yaitu kelapa secara maksimal ternyata dapat diproduksi oleh ibu rumah tangga sekalipun, sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan mengatasi ketimpangan gender.
Copyrights © 2023