Gotong-royong adalah krakter yang telah melekat pada diri masyarakat Indonesia khususnya di desa penggalangan. Semangat gotong-royong sangat di perlukan bagi keberlangsungan dan kemajuan suatu desa karena dengan adanya gotong-royong kita dapat bersatu dan melestarikan desa dengan kerja keras kita sebagai penduduk di desa. Sikap gotong-royong hendaknya harus dimiliki oleh setiap orang dan harus di junjung tinggi, kerena dengan adanya gotong-royong akan terwujud suatu persatuan yang ada didesa sehingga menimbulkan hal yang positif dari sebelumnya. Kurangnya partisipasi di desa ini dikarenakan sikap menyendiri, sikap yang mementingkan diri sendiri dan tidak mau ikut campur dengan kegiatan, urusan yang bersangkutan dengan banyak orang. Sikap inilah yang telah menjadi penghambat untuk kegiatan gotong-royong yang ada di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk memperkuat partisipasi warga desa agar kembali menerapkan kegiatan gotong-royong yang telah memudar di desa penggalangan. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kegiatan gotong-royong yang dilakukan atas dasar tanggung jawab dan mampu mendorong seseorang untuk berpartisipasi. Tanggung jawab itu timbul dari kesadaran pribadi bahwa dirinya adalah bagian dari masyarakat yang telah mempunyai kewajiban untuk berpartisipasi dalam memberikan suatu perubahan yang lebih baik lagi bagi lingkungan sekitar.
Copyrights © 2023